وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).


You are viewing 4 posts for 2017

Back To Qur'an : Hijrahin Diri Loe

Ternyata, tipe seseorang dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an itu berbeda-beda. Ada yang berinteraksi dengan penuh penghayatan, hingga tak jarang setiap kali ia membaca Al-Qur’an, setetes air mata membasahi pipinya. Ada juga ketika membaca Al-Qur’an, 1 juz terlampaui bahkan lebih. Ada juga yang membaca Al-Qur’an dengan tartil, meskipun belum paham dengan tafsir nya tapi, interaksinya dengan Al-Qur’an itu sangat luar biasa, kalau dia sudah mulai membaca AlQur’an. Gak ada tuh yang bisa ganngu dia,serasa dunia ini hanya miliik berdua. :)

Apakah kalian tau siapa meraka itu ?? yap, mereka itu hanya orang biasa,dengan penampilan yang biasa aja,tak terlihat seperti seorang ustadz atau kyai. Tapi kerjaannya selalu mengajak kebaikan. Mereka juga tidak punya gaji tetap seperti Pejabat Negara. Tapi terlihat dari senyumannya,mereka itu seperti orang yang gak punya beban apa-apa. Dan mereka juga bukan si papa yang tidak punya apa-apa dengan meminta sebagai profesinya. Bahkan sebaliknya,mereka itu tidak pernah lupa untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama.

Kenapa mereka bisa seperti itu,padahal mereka itu bukan ustadz atau kyai,bahkan bisa dikatakan orangnya biasa aja. Tapi dengan Al-Quran,interaksinya luar biasa. Tampilannya pun tidak terlalu menarik tapi,interaksinya dengan Al-Quran sangat menarik. Jawabanya hanya tiga kata, ’Bacalah Al-Qur’an Sekarang’. Karna membaca Al-Qur’an itu tidak harus jadi ustadz dulu atau sudah paham dalam agama,tidak juga orang yang sudah sholeh. Orang yang masih belajar boleh membaca Al-Qur’an,bahkan orang yang pernah jatuh ke dalam kubangan kemaksiatan pun boleh membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an itu bacaan kita semua,karnanya kita mendapatkan petunjuk,karnanya kita mendapat hidayah,karnanya pula ALLAH SWT. Memberikan jalan kemudahan bagi setiap permasalahan kita.

Salah satu keajaiban Al-Qur'an adalah kita tidak mungkin mengubah isi Al-Qur’an,tapi isi Al-Qur’an dapat mengubah hidup kita. Sudah banyak kisah-kisah seseorang yang mendapatkan hidayah karna Al-Qur’an. Sudah menjamur pula kisah-kisah seseorang yang mendapatkan jalan keluar dari berbagai masalahnya karna Al-Qur’an. Karna memang, Al-Qur’an itu diturunkan semata-mata hanya untuk memberikan kebaikan kepada kita semua. Maka benar lah firman ALLAH SWT dalam Surat An-Nahl ayat 89 :

Artinya : “ Dan kami turunkan kitab (Al-Qur’an ) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri ( muslim ). “

Jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan. Maka, buktikan lah firman ALLAH SWT dalam kehidupan kita yang penuh dengan kekhawatiran. Semoga bermanfa’at

Wallahu a’lam


Ku Tersesat di Jalan yang Benar

    • Kampus STEBI

Apa jadinya jika harapanmu tidak kesampaian? Yang dulu kamu inginkan dan harapkan itu, tidak sesuai dengan harapanmu. Yang dulu kamu cita-citakan untuk masa depanmu, ternyata hilang begitu saja. Yang dulu kamu sudah mempersiapkan dan bahkan kamu sudah menggambarkannya untuk menyongsong masa depan.

Siapa sih yang tidak ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas favorit dan terkenal, dengan segala fasilitas-fasilitasnya yang mumpuni dan gedung-gedungnya menjulang kelangit?. Semua orang pasti akan mendambakan hal itu, termasuk saya.

Iya, saya yang dulu bercita-cita dan berkeinginan masuk perguruan negeri tapi tidak sesuai dengan kenyataanya.

Bukankah itu semua sangat kecewa? Ya, sangat kecewa sekali bila kita jauh dengan Allah yang Maha Segalanya. Tapi tidak untuk orang-orang yang percaya kepada Allah, mereka tidak sedikitpun kecewa pada-Nya. Saya jadi teringat potongan firman Allah SWT. Q.S Al-Baqarah ayat 216. ....و عس ان تكر هوا شيا و هو خير لكم، و عس ان تحبوا شيا و هو شر لكم. والله يعلم و انتم لا تعلمون... Artinya "Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Dengan ayat ini hati saya merasa tersentuh dan terasa didekapannya. Begitu luar biasanya ayat ini memberikan sinergi kebaikan kepada saya.

Yah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih bisa melanjutkan pendidikan di Kampus STEI SEBI. Kampus yang mungil ini dengan segala kekurangan fasilitasnya dibanding kampus Negeri yang mempunyai segalanya. Mungkin orang-orang juga belum tentu tahu dan terletak dimana kampus STEI SEBI ini. Namun, dengan kampus mungil inilah didalamnya terdapat orang-orang yang luar biasa. Terjalin Ukhuwah Islamiyah yang solid untuk menuju perubahan hidup yang sesungguhnya, yaitu Surganya Allah.

Hingga akhirnya saya tersadar. Bahwa, disinilah tempat seharusnya saya berada dan menimba ilmu. Bahwa disinilah tempat saya sesungguhnya berada. Belum tentu jika saya masuk perguruan lain mungkin, saya tidak bisa seperti ini. Inilah, saya 'tersesat pada jalan yang benar'. Semoga bermanfaat dan bisa ngambil hikmahnya.

Waallahu a'lam bishowab...


Yuk Mengenal Islam secara Kaffah

    • Yuk_Mengenal_Islam_secara_Kaffah.jpeg

Tak bisa dipungkiri bahwa Islam di Indonesia adalah Islam gen dari kedua orangtuanya. Sebagian besar dari kita mendapatkan hidayah Islam tanpa perjuangan. Mayoritas kita terlahir dari seorang ayah muslim dan seorang ibu muslimah juga. Hingga akhirnya secara otomatis kita terlahir sebagai anak muslim.

Terutama tempat tinggal saya disebuah kampung. Mereka enggan mencari-cari apa itu arti Islam dan apa itu arti muslim yang sesungguhnya. Mereka hanya mendapatkan arti sebuah Islam dan Muslim itu melalui pembicaraan yang entah dari mana sumbernya. Mungkin mereka merasa puas apa yang telah didapatnya. Padahal, sejatinya Islam itu sangatlah luas artinya. Islam tidak hanya membahas shalat, hukum tajwid, dan puasa saja tapi didalamnya membahas semua mencakup kehidupan manusia.

Namun, tentu saja ini adalah sebuah taqdir Allah SWT. yang patut kita syukuri. Terkadang manusia itu justru baru bisa merasakan besarnya sebuah nikmat, ketika ia meraihnya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Kita bisa melirik pada sebagian saudara-saudara kita yang mendapat hidayah Islam di negara-negara kafir. Mereka menunjukkan kesungguhan untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan. Karena mereka dapat melihat bagaimana keindahan Islam yang sesungguhnya.

Sebaliknya, banyak diantara kaum muslimin yang lahir dalam keadaan Islam justru tidak merasakan Islam sebagai anugerah besar. Padahal, sejatinya tanpa Islam tak akan ada nilai sedikitpun kebaikan yang kita lakukan di sisi-sisi-Nya. Siapa yang tidak tahu kisah Abu Thalib. Paman nabi SAW. Betapa besar jasanya bagi dakwah Islam. Namun, ketika itu ia mati dalam keadaan kafir, maka hilang semualah pahalanya dan sedikitpun tidak mampu menyelamatkannya dari adzab Allah SWT.

Demikian pula banyak kaum muslimin yang tidak mampu melihat indahnya Islam. Karena mereka semua hanya berpuas diri dan memandang Islam dari kejauhan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka merasa takut mempelajari Islam secara mendalam dan menyeluruh. Padahal Allah berfirman Q.S Al-Baqarah 208. يا ايها الزين امنوا اد خلوا في السلم كافةولاتتبعوا خطوات الشطان، انه لكم عدومبين... Artinya " Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Q.S Al-Baqarah: 208)

Sehingga, Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Islam juga laksana buhul tali yang kuat dan tidak akan putus jika seluruh ajarannya benar-benar diterapkan. Jika seseorang menjalankan Islam secara Kaffah niscaya kita akan merasakan indahnya islam, manisnya iman, dan lezatnya ketaatan. Sehingga kita akan berusaha memegang erat ajaran agama dan tidak rela melepaskannya.

Wa'allahu a'lam bishowab

Tags: muhasabah

Idul Fitri 1438 H : Semoga Ramadhan yang Sudah Kita Lewati, Lebih Mendekatkan Diri Kita kepada Al-Qur'an

Sahabat,
Karena masih dalam suasana Idul Fitri, kami, keluarga kecil @NegeriPelangi, mengucapkan :

"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin" "Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

Semoga segala kebaikan yang sudah kita latih selama Ramadhan, diantaraya lebih mendekatkan diri, lebih memahami Al-Quran, dapat kita lanjutkan di 11 bulan yang akan datang.

    • Ramadhan
Tags: idul fitri