Browse by


Categories



وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).


You are viewing 2 posts for 24 September 2011

Pengangkutan Umum Bus Bertenaga Listrik

    • Bus Betenaga Listrik

Seoul Metropolitan Government (SMG), menyatakan bahwa bahwa Badan Transportasi Seoul adalah yang petama kali meluncurkan program Pengangkutan Bus Umum bertenaga Listrik. dalam melayani trayek-trayek Bus Kota. Pemakaian Bus bertenaga listrik sebelum Bus-Bus SMG adalah dalam rangka coba uji. Lain halnya di Seoul, Korea Selatan ini, pada tanggal 21 Desember 2010 telah dimulai pengoperasian Bis Bertenaga Listrik dalam melayani trayek didalam kota. Delapan belas bulan sebelumnya, SGM beserta Hyundai Heavy Industry dan Hankuk Fiber mengadakan uji coba dalam pengoperasan Bus Bertenga Listrik ini. Bus Berenaga Listrik (BBL) ini yang menjalani trayek Mt. Namsan ini berukuran 11.05 meter panjangnya dan dapat menempuh jarak Batre 83 km dengan satu kali pengisian batre saja. Batre yang dipakai di BBL ini ialah Batre Lithium, dimana waktu pengisian batrenya hanya memerlukan waktu 30 menit saja. Keceptan rata-rata BBL Korea Selatan ini dapat mencapai 100 km per jam. Juga BBL jenis ini dilengkapi dengan peralatan yang dapat mendaur ulang tenaga listriknya bila sistim remnya dipakai sewaktu menjalani jalan yang menurun. ( Bila rem kaki diinjak, motor listrik yang digerakkan oleh arus listrik dari batre berhenti, selama motor listrik berputar sewaktu menjalami jalan yang menurun berobah menjadi generartor yang menghasilkan arus listrik, arus listrik ini dipakai untuk mengisi batre)

Badan BBL ini dibuat dari campuran bahan "carbon", tidak ada keping-keping baja yang dipakai. Pemakaian campuran bahan carbon ini menurunkan berat BBL dengan drastis, tetapi bahan ini mempunyai daya tahan yang cukup baik. Untuk kenyamanan penumpang yang memerkukan penanganan istimewa, Bus ini dilengkapi dengan pintu masuk khusus untuk kursi roda.

Bus ini dibangun sedemikian rupa agar memberikan kesan berupa seperti "kacang", juga dicat dan dipasang lukisan "NamsanTower" dan lukisan pemandangan dari Mt. Namsan. Sekarang ini SMG mengoperasikan lima BBL, dari sejumlah 14 Bus dalam trayek ini. Penggantian Bus lainnya dengan BBL akan dilaksanakan secara bertahap. Dengan demikian tidak akan mengganggu para penumpang yang memakai trayej ini dengan program penggantian seluruh Bus dengan BBL. Juga direncakana akan dibangun dua TPBKL (Tempat Pengisian Batre Kendaraan Listrik) di Namsan sekitar bulan Maret 2011. Dengan demikian jumlah TPBKL di daerah Namsan menjadi 4 tempat. Dengan peroperasian BBL ini, menjadikan Kota Seul selangkah lebih dekat lagi dalam usahamenuju ke "Green-Car, Snart City". Diharapkan pada tahun 2020 SMG akan mengoperasikan 120,000 Kendaraan Bertenaga Listrik. Jumlah ini merupakan 50 percent Kendaraan Umum Penumpang, 10 percent kendaraan mobil sedan dan 1 percent kendaraan dan Angkot lainnya.

Dikutip dan diterjemahkan secara bebas dari Gizmag


Apa itu monorail?

Mono - satu, rail - rel kereta api, dengan kata lain kereta api dengan rel tunggal. Rel tunggal ini dibangun dari besi beton, merupakan landasan bagi kendaraan untuk melintas diatasnya. Satu atau dua roda bergandengan seperti roda belakang truk bermuatan berat menggelinding diatas permukaan Rel Tunggal ini, agar kendaraan ini serta roda-rodanya tetap berada di permukaan rel tunggal ini, disebelah kiri dan kanannya ada roda lagi yang menempel pada sisi kiri dan sisi kanan Rel Tunggal ini. Ketiga roda ini satu sama lainnya merupakan satu unit. Gerbong penumpang dibawahnya dipasang dua atau tiga unit roda. Roda yang berjalan diatas rel tunggal ini dipasang vertikal kemudian motor listrik menjalankan roda ini, roda ini yang menggerakkan gerbong penumpang maju atau mundur. Dua roda lainnya yang dipasang horisontal dimana berjalan dan menempel dikedua sisi Rel Tunggal ini, kegunaanya adalah agar gerbong penumpang tetap berjalan diatas Rel Tunggal dan mencegah jangan sampai terguling. Dengan demikian kendaraan yang berjalan diatas Rel Tunggal ini akan berjalan sebagai mana kereta api berjalan diatas kedua relnya. Juga Rel Tunggal ini dipakai untuk menyalurkan aliran listrik sebagai tenaga penggerak motor listriknya.

Motor listrik penggerak gerbong-gerbong penumpang ini berupa motor listrik aliran DC. Tenaga listriknya dapat saja berupa listrik arus AC tegangan tinggi kemudian dirobah menjadi tegangan rendah arus DC. Karena apa dipakai motor listrik arus DC ? Hanya motor listrik arus DC yang mempunyai kekuatan yang besar daya dorongnya dalam saat bergerak maju dari keadaan berhenti. Pengadaan tenaga listrik arus DC dapat saja diambil dari seperangkat Batre. Perangkat batre ini di-isi dengan listrik dari dinamo yang diputarkan oleh mesin bensin atau mesin diesel yang disebut dengan istilah "Hybrid". Atau dengan memakai lempengan Solar Panel yang menyerap sinar matahari yang dijadikan aliran llistrik yang mengisi batre.

Kembali ke monorail diatas tanah, atap dari gerbong-gerbong penumpang itu dipasang Solar Panel untuk mengisi batre dan batre ini kemudian memutarkan motor listrik dimana motor listrik ini memutarkan roda-roda menggerakkan gerbong penumpang ini untuk maju meluncur kedepan. Gerbong-gerbong penumpang ini dbuat dari bahan yang ringan seperti fiberglass atau bahan plastik lainnya. Dengan gerbong-gerbong yang ringan ini tidak memerlukan motor listrik yang besar dan mahal. Dua atau tiga gerbong dapat saja digandengkan satu sama lainnya Lebih dari tiga gerbong digandeng bisa saja, tergantung akan panjangnya platform disetiap stasiun untuk penumpang turun dan menunggu naik kereta.

Monorail merupakan cara pengangkutan umum yang aman dan nyaman. Namun gerbong-gerbong penumpangnya merupakan gerbong-gerbong khusus untuk pemakaian di mono rail. Demikian juga peralatan penyokong sistim pengangkutan cara ini. Konstruksi dari roda-rodanya serta motor listrik penggeraknya tidak murah dan merupakan satu hasil produk dari satu pabrik. Dengan demikian peralatan maupun suku cadangnya harus dipesan dari pabrik yang sama. Mahal dalam arti kata sewaktu pembangunan awal, juga mahal dalam pengoperasiannya.

Dalam pembangunan awal ongkosnya tidak murah. Monorail di Kualalumpur memakan ongkos USD 36 juta/km ( USD 54/mile) dan monorail di Mumbai, India memakan ongkos USD 27.25 juta/km ( USSD 41 juta/mile) Kota Seattle, yang mempromosikan "Monorail" ternyata pada Nov.2005 penduduknya memberikan suaranya yang mengagalkan rencana ini. Ongkos pembangunan monorail di Seattle ini diperkirakan akan memakan ongkos USD 100 juta per satu mile. Kemudian diperhitungkan kembali menurun menjadi USD 87 Juta per mile.

Di Las Vegas, yang panjangnya 6.3 kilometer dan dibangun 7 stasion memakan ongkos USD 650 Juta. Dan juga Monorail di Las Vegas ini, bukannya Mass Transit System tulen. Ini hanya sebagai usaha marketing saja. Mengangkut turis-turis dari satu Casino ke Casino lainnya.

Monorail Bandung dengan jarak 30 km dan diperkirakan akan memakan ongkos sejumlah USD 470 juta atau USD 19 juta/km atau USD 27.5 juta per mile. Jarak ini adalah dari Utara ke Selatan dan mengelilingi kota Bandung. Menurut Dicky, monorail yang akan dibangun oleh PT Haji Kalla ini dapat menekan ongkos karcisnya sampai Rp. 7000 sekali jalan.

Mungkin akan jauh lebih murah kalau yang disebut "Monorail" ini dibangun berupa suatu jalur dimana roda-roda dari kendaraan pengangkut penumpangnya seperti Kendaraan Umum dijalanan biasa. Atau dengan kata lain, jalur Bus yang dilayangkan dan ditengah jalur Bus itu dibangun Rel Tunggal hanya untuk keperluan "mengemudikan" Bus agar tetap berjalan ditengah-tengah jalur itu. Keadaan fisik Bus itu sama seperti keadaan fisik Bus yang biasa berjalan dijalanan atau diBus-way. Hanya tenaga penggeraknya adalah motor listrik. Dengan begitu ada keseragaman untuk Pengangkutan Umum didalam tanah, dijalur-jalur Bus yang dilayangkan dan Bus-bus yang berjalan di jalanan biasa. Keseragaman peralatan perlu untuk menekan ongkos dalam usaha pemeliharaan. Satu jenis motor listrik untuk keseluruhan kendaraan pengangkut penumpang, murah dalam suku cadang, juga menjamin ketrampilan para montir-montir.


Ada keuntungan lain dalam memakai motor listrik sebagai tenaga penggerak Bus. Motor listrik dapat berubah menjadi generator listrik hanya dengan menekan tombol. Kegunaanya sekarang motor listrik menjadi alat peng-"rem" Bus listrik itu, juga sebagai pengisi batre. Di bagian Utara Kota Bandung Bus listrik dijalanan kalau mendaki jalanan menanjak, motor listrik menjadi alat penggerak Bus, jika jalanan menurun motor listrik menjadi alat "rem" Bus listrik itu dan pengisi batre.  Menghemat dalam ongkos pengoperasian dan perawatan, tidak diperlukan peralatan rem seperti di Bus dengan mesin bensin atau diesel. Karena mengisi batre sendiri sewaktu menjalani jalanan turun, boleh dikatakan Bus ini "men-daur ulang" tenaga penggeraknya. </p>



Dengan menekan ongkos pembangunan awal, sisa dana yang tersisihkan dapat dipakai untuk membeli gerbong-gerbong penumpang dengan jumlah lebih banyak. Dengan demikian pelayanan kepada penumpang dapat ditingkatkan.  Dengan tersedianya gerbong-gerbong penumpang yang  banyak, waktu tiba di setiap stasiun atau frekwensi kedatangannya dapat diperbanyak. Waktu tunggu para penumpang di stasiun dapat dipersingkat.



Dengan kemajuan teknologi terutama dibidang pengadaan tenaga listrik, dapat saja dipasang peralatan pendingin disetiap gerbong secara tersendiri tanpa memakai tenaga listrik untuk keperluan menggerakkan gerbong-gerbong. Tenaga listrik untuk alat pendingin ini dapat saja berupa Tenaga Surya atau Tenaga Angin. Tenaga Angin dapat dimanfaatkan dengan meluncurnya gerbong-gerbong ini dapat saja dipasang baling-baling yang dipasang horisontal dibagian depan atapnya.



Kita jangan mencoba untuk memperbandingkan Mass Rapid Transit di kota-kota lainnya di dunia dengan apa yang akan dipakai atau ditrapkan di dalam negeri.  Pertama "daya beli" masyarakat kita jauh dibawah "daya beli"  masyarakat dinegara lain. Berarti harga karcis harus murah. Di New York City dimana jaringan pengangkutan  umum adalah yang terbaik di dunia dilihat dari segi luas daya jangkaunya. Dengan mengoperasikan  kombinasi dari Kereta Api dibawah tanah, Kereta Api diatas tanah dan Bus-Busnya, pemasukkan dari penjualan karcis hanya mencapai 47 % dari ongkos-ongkos pengoperasiannya. Ini merupakan angka yang tertinggi dibandingkan dengan Pengangkutan Umum di kota-kota besar lainnya seperti di Paris,London dan Mexico City.  



Harga karcisnya di New York City sekali jalan adalah $2.25, minimum upah pekerja di negara ini adalah $ 7.15 per jamnya. Satu hari bekerja 8 jam kali $7.15 dipotong pajak 15 % ,secara kasarnya berpenghasilan $48 perhari tetapi ongkos angkutannya hanya $ 4.50 perhari.  Kotapraja rugi dalam pengoperasian  pengangkutan umumnya, namun memberikan kelonggaran bagi warganya untuk mencari nafkah dengan memberikan harga karcis yang murah, sehingga jarak dari rumah ke tempat bekerja tidak menjadi persoalan.  Tetapi dengan lebih banyak warganya bekerja berarti lebih banyak lagi pemasukkan bagi Kotapraja dari pajak penghasilan., pajak penjualan, karena ada pekerjaan dapat mempunyai rumah yang  mana dikenakan pajak tanah dan pajak bangunan, dsbnya.  Dari mana Kotapraja ini menombok ongkos pengoperasian pengangkutan umumnya, kekurangannya ditanggung oleh Negara Bagian dan  Pemerintah Pusat. 

Kebiasaan dan kebutuhan penduduk setempat berbeda-beda. Sebagai contoh, mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin, dibelakang Bus yang beroperasi dijalanan digandengkan  suatu kereta gandengan terbuka, gandengan ini diperuntukkan bagi orang-orang yang membawa barang dagangannya berkeliling kerumah-rumah.  Apakah memakai pikulan atau kereta dorong. Pengoperasian Bus dengan gandengan terbuka ini hanya pada jam-jam tertentu dipagi hari dan disore hari. Dikenakan harga karcis yang murah. Dengan adanya pengangkutan yang murah bagi pendagang keliling ini, akan memberikan dampak yang positip, misalnya pasarannya lebih meluas atau lebih jauh dari tempat tinggalnya. Ini tidak  menjadi persoalan besar. Selesai berjualan, dapat pulang naik pengangkutan umum dengan murah, santay duduk atau nongkrong  berserta perlengkapan alat-alat jualannya dan yang  penting tidak mengganggu penumpang lainnya.

Melihat akan "perlakuan istimewa" ini akan merangsang para warga lainnya untuk ikut berusaha dengan berjualan keliling. Hal yang seperti ini harus menjadi pemikiran utama, proyek besar dan mahal harus mempunyai dampak yang berarti bagi rakyat kecil. Umpamanya Pengangkutan Umum dibawah tanah, harus disertai pembangunan penampungan air limbah dari rumah-rumah dan air hujan.  Pembuangan air limbah rumah yang lancar menaikkan tingkat kesehatan penduduk. Tidak ada selokan-selokan terbuka. Penampungan air hujan merupakan jalan keluar dalam pemecahan persoalan banjir.  Disekitar stasiun-stasiun pemberhentian monorail ini akan  membuka jalan bagi warga setempat untuk membuka usaha penitipan motor atau mobil dipekarangan rumah-rumah. Penghasilan tambahan  yang boleh dikatakan menaikkan tingkat hidup rakyat kecil.

Air Train JFK

Air Train JFK adalah usaha untuk menyambungkan Bandara JFK dengan jaringan pengangkutan umum lainnya di kota New York City. Diutamakan ialah dalam usaha menyambungkan Bandara JFK dengan jaringan kereta api dalam tanah.  Dari Bandara JFK naik Air Train JFK ke stasiun Kereta Api Dalam Tanah di Jamaica/Archer Avenue. Dimana dari stasiun Jamaica/Archer Avenue penumpang dapat langsung menuju Manhattan pusat kota, dimana Hotel-hotel berada. Atau dengan Kereta Api diatas permukaan tanah ke Kota-kota lainnya di Long Island

Air Train JFK bukan "Monorail", Air Train JFK adalah kereta api dengan memakai dua rel besibaja. Kereta apinya terdiri dari dua gerbong saja, keistimewaannya kedua gerbong ini berjalan diatas rel tanpa pengemudi. Jalannya Air Train JFK di atur oleh komputer. Jalan layang Air Train JFK adalah dua jalur ditengah-tengah jalan raya 3 jalur dikiri dan dikanan tiang-tiang penyangga jalur layangnya. Dan di Bandara menyinggahi setiap Terminal yang berjumlah 7 terminal.

Didalam gambar terlihat Air Train JFK meluncur di relnya. Juga dapat dilihat letak dari rel-relnya di dua jalur itu. Juga ada gambar yang memperlihatkan sewaktu pembangunan tiang-tiang penyanggah jalanan rel kereta api. Konstruksi jalur kereta api Air Train JFK yang sudah dipakai bertahun-tahun, mungkin dapat ditrapkan di Bandung dengan tidak memakai rel besibaja dan membuat rel dari besibeton ditengah jalurnya untuk keperluan "mengemudikan" Bus Listrik.  Tidak perlu Busnya diatur oleh komputer, jauh lebih murah dipakai Supir saja, tambah kenekpun masih tetap murah.

===MangSi09/12/11===

Tags: monorail