وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).


You are viewing all posts

Ku Tersesat di Jalan yang Benar

    • Kampus STEBI

Apa jadinya jika harapanmu tidak kesampaian? Yang dulu kamu inginkan dan harapkan itu, tidak sesuai dengan harapanmu. Yang dulu kamu cita-citakan untuk masa depanmu, ternyata hilang begitu saja. Yang dulu kamu sudah mempersiapkan dan bahkan kamu sudah menggambarkannya untuk menyongsong masa depan.

Siapa sih yang tidak ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas favorit dan terkenal, dengan segala fasilitas-fasilitasnya yang mumpuni dan gedung-gedungnya menjulang kelangit?. Semua orang pasti akan mendambakan hal itu, termasuk saya.

Iya, saya yang dulu bercita-cita dan berkeinginan masuk perguruan negeri tapi tidak sesuai dengan kenyataanya.

Bukankah itu semua sangat kecewa? Ya, sangat kecewa sekali bila kita jauh dengan Allah yang Maha Segalanya. Tapi tidak untuk orang-orang yang percaya kepada Allah, mereka tidak sedikitpun kecewa pada-Nya. Saya jadi teringat potongan firman Allah SWT. Q.S Al-Baqarah ayat 216. ....و عس ان تكر هوا شيا و هو خير لكم، و عس ان تحبوا شيا و هو شر لكم. والله يعلم و انتم لا تعلمون... Artinya "Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Dengan ayat ini hati saya merasa tersentuh dan terasa didekapannya. Begitu luar biasanya ayat ini memberikan sinergi kebaikan kepada saya.

Yah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih bisa melanjutkan pendidikan di Kampus STEI SEBI. Kampus yang mungil ini dengan segala kekurangan fasilitasnya dibanding kampus Negeri yang mempunyai segalanya. Mungkin orang-orang juga belum tentu tahu dan terletak dimana kampus STEI SEBI ini. Namun, dengan kampus mungil inilah didalamnya terdapat orang-orang yang luar biasa. Terjalin Ukhuwah Islamiyah yang solid untuk menuju perubahan hidup yang sesungguhnya, yaitu Surganya Allah.

Hingga akhirnya saya tersadar. Bahwa, disinilah tempat seharusnya saya berada dan menimba ilmu. Bahwa disinilah tempat saya sesungguhnya berada. Belum tentu jika saya masuk perguruan lain mungkin, saya tidak bisa seperti ini. Inilah, saya 'tersesat pada jalan yang benar'. Semoga bermanfaat dan bisa ngambil hikmahnya.

Waallahu a'lam bishowab...


Yuk Mengenal Islam secara Kaffah

    • Yuk_Mengenal_Islam_secara_Kaffah.jpeg

Tak bisa dipungkiri bahwa Islam di Indonesia adalah Islam gen dari kedua orangtuanya. Sebagian besar dari kita mendapatkan hidayah Islam tanpa perjuangan. Mayoritas kita terlahir dari seorang ayah muslim dan seorang ibu muslimah juga. Hingga akhirnya secara otomatis kita terlahir sebagai anak muslim.

Terutama tempat tinggal saya disebuah kampung. Mereka enggan mencari-cari apa itu arti Islam dan apa itu arti muslim yang sesungguhnya. Mereka hanya mendapatkan arti sebuah Islam dan Muslim itu melalui pembicaraan yang entah dari mana sumbernya. Mungkin mereka merasa puas apa yang telah didapatnya. Padahal, sejatinya Islam itu sangatlah luas artinya. Islam tidak hanya membahas shalat, hukum tajwid, dan puasa saja tapi didalamnya membahas semua mencakup kehidupan manusia.

Namun, tentu saja ini adalah sebuah taqdir Allah SWT. yang patut kita syukuri. Terkadang manusia itu justru baru bisa merasakan besarnya sebuah nikmat, ketika ia meraihnya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Kita bisa melirik pada sebagian saudara-saudara kita yang mendapat hidayah Islam di negara-negara kafir. Mereka menunjukkan kesungguhan untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan. Karena mereka dapat melihat bagaimana keindahan Islam yang sesungguhnya.

Sebaliknya, banyak diantara kaum muslimin yang lahir dalam keadaan Islam justru tidak merasakan Islam sebagai anugerah besar. Padahal, sejatinya tanpa Islam tak akan ada nilai sedikitpun kebaikan yang kita lakukan di sisi-sisi-Nya. Siapa yang tidak tahu kisah Abu Thalib. Paman nabi SAW. Betapa besar jasanya bagi dakwah Islam. Namun, ketika itu ia mati dalam keadaan kafir, maka hilang semualah pahalanya dan sedikitpun tidak mampu menyelamatkannya dari adzab Allah SWT.

Demikian pula banyak kaum muslimin yang tidak mampu melihat indahnya Islam. Karena mereka semua hanya berpuas diri dan memandang Islam dari kejauhan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka merasa takut mempelajari Islam secara mendalam dan menyeluruh. Padahal Allah berfirman Q.S Al-Baqarah 208. يا ايها الزين امنوا اد خلوا في السلم كافةولاتتبعوا خطوات الشطان، انه لكم عدومبين... Artinya " Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Q.S Al-Baqarah: 208)

Sehingga, Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Islam juga laksana buhul tali yang kuat dan tidak akan putus jika seluruh ajarannya benar-benar diterapkan. Jika seseorang menjalankan Islam secara Kaffah niscaya kita akan merasakan indahnya islam, manisnya iman, dan lezatnya ketaatan. Sehingga kita akan berusaha memegang erat ajaran agama dan tidak rela melepaskannya.

Wa'allahu a'lam bishowab

Tags: muhasabah

Idul Fitri 1438 H : Semoga Ramadhan yang Sudah Kita Lewati, Lebih Mendekatkan Diri Kita kepada Al-Qur'an

Sahabat,
Karena masih dalam suasana Idul Fitri, kami, keluarga kecil @NegeriPelangi, mengucapkan :

"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin" "Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

Semoga segala kebaikan yang sudah kita latih selama Ramadhan, diantaraya lebih mendekatkan diri, lebih memahami Al-Quran, dapat kita lanjutkan di 11 bulan yang akan datang.

    • Ramadhan
Tags: idul fitri

Idul Fitri 1437 H : Semoga Ramadhan Kemarin, Dapat Membuat Kita Menjadi Insan yang Lebih Baik

    • 10 ciri pribadi muslim

Sahabat,
Karena masih dalam suasana Idul Fitri, kami, keluarga kecil @NegeriPelangi, mengucapkan :
"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin" "Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

Tags: idul fitri

Idul Fitri 1436 H : Semoga Allah Menerima Amal Kami dan Kalian

    • Komplek Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya

Sahabat,
Karena masih dalam suasana Idul Fitri, kami, keluarga kecil @NegeriPelangi, mengucapkan :
"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin" "Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

Tidak terasa, sudah 3 Idul Fitri [1][2][3] terlewati sejak Portal @NegeriPelangi menjadi salah satu "rumah", dari milyaran rumah di dunia maya.

Idul Fitri Pertama, 1433 H


Mari Instrospteksi diri, mulai dari Idul Fitri pertama [4], apakah pesan Rasulullah berikut sudah kita laksanakan, sudah menjadi kebiasaan ?

"Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan." (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jami’ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).


Salah satu yang mungkin dapat kita lakukan agar pesan Rasulullah tersebut dapat tercapai adalah, bertekad membiasakan diri 10 menit sebelum adzan berkumandang, kita sudah berangkat ke Musholla atau Masjid terdekat, terlihat sederhana, tapi terkadang terasa sulit .., karena seringnya kita lalai, tersibukkan oleh urusan duniawi :(. Mudah-mudahan, jika Kita sudah memiliki tekad yang kuat dan bersungguh-sungguh, Allah akan memberikan taufik kepada kita.

Idul Fitri Kedua, 1434 H


Kemudian, Idul Fitri kedua [5], untuk tantangan terkait sampah, relatif belum ada kemajuan yang berarti, bahkan untuk tingkat RT tempat kita tinggal sekalipun, tapi alhamdulillah, kita sudah mulai merintis komunitasnya, yang bernama "Belajar Bareng Nol Sampah", meskipun belum belum kita maksimalkan, karena untuk saat ini, kita masih fokus di tema #KedaulatanPangan. Informasi Online Presence komunitas Belajar Bareng Nol Sampah adalah :

.

Untuk tantangan mengenai meningkatkan perhatian kepada tetangga-tetangga kita yang sudah lanjut usia bagaimana ? Untuk tantangan ini, insyaAllah, kita akan mengikuti salah satu nasihat MangSi [6], yaitu tulisannya yang berjudul "Bahan Pemikiran untuk Presiden Terpilih" [7], jika Sahabat ada waktu, silahkan membacanya, kemudian perhatikan, apa nasihat yang beliau tulis untuk Kementerian Sosial. Salah satu yang akan kita lakukan, adalah meracik sistem informasi lingkungan sekitar, terbatas di 1 Desa saja, Alhamdulillah, kita di Madrasah, beberapa waktu yang lalu mendapatkan hibah beberapa PC, yang dalam kegiatan Belajar Bareng berikutnya [8] akan kita install dual boot windows dan linux, yang salah satu pemanfaatan nantinya adalah untuk belajar bahasa pemrograman, bahasa yang kita pilih untuk dipelajari sebagai pengenalan adalah Python [9].

Kemudian, untuk tantangan rooftop agriculture bagaimana ? sekolah di MTsN Sukamanah, SMAN 1 Singaparna yang lingkungan sekitarnya kaya akan potensi pertanian dan perikanan daratnya, tapi ketika proses belajar mengajar di sekolah tidak pernah menyinggung, apa yang bisa kita lakukan, dengan bermodalkan ilmu-ilmu yang kita pelajari di sekolah, agar dapat mewujudkan lingkungan di sekitar sekolah kita, sekitar tempat kita tinggal menjadi lebih baik lagi ?. Alhamdulillah, insyaAllah, pada tahun ajaran ini di Madrasah [10], rooftop yang ada akan dimanfaatkan untuk bereksperimen hidroponik, metode yang akan dan sedang kita coba adalah, diurutkan berdasarkan skala prioritas, NFT, Fertigasi, dan Aeroponik. Selain di Madrasah, insyaAllah, Siswa-Siswi yang Madrasahnya yang atap rumahnya di dak, akan kita coba usahakan agar dapat memberdayakan atapnya juga, mudah-mudahan, sedikit banyak dapat membantu perjuangan merebut Kedaulatan Pangan #Nusantara [11]. insyaAllah apa yang kita lakukan ini juga menjawab tantangan untuk pendidikan yang lebih "membumi", sekolah yang lebih terhubung dengan lingkungan sekitar.

Idul Fitri Ketiga, 1435 H


Selanjutnya Idul Fitri ketiga [12][13], tantangan mengenai berjuang menyempurnakan shalat kita, sudah dituliskan diatas, salah satu yang harus ditekankan adalah, "shalat ritual" kita harus bisa ikut menyempurnakan "shalat sosial" kita juga. Tantangan mengenai sampah juga sudah dijelaskan sebelumnya, mudah-mudahan kedepan kita bisa perbaiki bersama ya terkait masalah sampah ini..., Aamiin. Semoga selain ligkungan kita menjadi bersih.., hati kita pun menjadi bersih dari "penyakit-panyakit hati"....

Kemudian, apakah nasihat ini sudah kita lakukan ?

Coba kita baca Tafsir Fi-Zhilalalil Qur'an, untuk langkah awal, baca dengan urutan berikut :

1. Alaq
2. Qalam
3. Muzammil
4. Mudathir
5. Fatehah
Tafsir versi ebooknya bisa didownload di : http://tafsirzilal.wordpress.com/

Kita baca, hayati, dan amalkan ....

Idealnya, kita bisa menulis apa saja aktualisasi atau implementasi yg bisa dilakukan di diri kita, keluarga, dan lingkungan sekitar, yg terinspirasi dari kandungan surah-surah ini .., setelah itu jangan lupa menulis KPI nya juga (key performance indicator).

Kita 'ramaikan' yang minimal 5 kali dalam 1 hari itu ..., insyaAllah, nanti ketika tahun depan, kita kumpul-kumpul silaturahmi idul fitri,dengan keluarga, sahabat-sahabat kita, akan lebin banyak bahan perbincangan menarik, bahan perbincangan yang insyaAllah, sesuai dengan semangat Q.S Al-Ashr...

Allah Ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Kalau belum, yuk, Kita laksanakan ..., kalau sudah, mari kita tingkatkan lagi kualitasnya....

Iqra Lingkungan : Keliling Beberapa Desa di Kampung Halaman

    • Rooftop Pak Haji
    • Rooftop Pak Haji
    • Rooftop Pak Haji
    • Rooftop Pak Haji
    • Rooftop Tetangga Pak Haji
    • Pemandangan ke Jalan Rooftop Pak Haji
    • Pemandangan Rooftop Pak Haji
    • Pemandangan Rooftop Pak Haji
    • Pemandangan Rooftop Pak Haji
  • Previous
  • Next
    • Halaman Rumah Kang Jejen di Ciseda
    • Halaman Rumah Kang Jejen di Ciseda
    • Halaman Rumah Kang Jejen di Ciseda
    • Pondok Pesantren Manarul Hikam
  • Previous
  • Next
    • MTsN Sukamanah
    • MTsN Sukamanah
    • MTsn Sukamanah
    • Sawah di Depan MTsN Sukamanah
    • Sawah di Depan MTsN Sukamanah
    • MTsn Sukamanah
    • MTsN Sukamanah
    • MTsN Sukamanah
    • MTsN Sukamanah
    • MTsn Sukamanah
    • MTsn Sukamanah
    • MTsN Sukamanah
  • Previous
  • Next
    • Komplek Masjid di Tikungan Kp. Cipeucang, Desa Sukaasih, Kec. Singaparna, Tasikmalaya
    • Industri Rumah Tangga di Kampung Cipeucang, Desa Sukaasih, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya
    • Pohon Cabai di Depan Industri Rumah Tangga di Kampung Cipeucang, Desa Sukaasih, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya
    • Apu-Apu Di Balong di Dekat Komplek Masjid di Tikungan Kp. Cipeucang, Desa Sukaasih, Kec. Singaparna, Tasikmalaya
  • Previous
  • Next
    • Spanduk Mts KH. A. Wahab Mushin
    • Balong di Samping MAN Sukamanah
    • SMA KHZ Mustafa Sukamanah
    • Balong dan Sawah di Samping SMA KHZ Mustafa Sukamanah
    • Balong di Samping SMA KHZ Mustofa Sukamanah
    • Kebun Cabai di Samping Makam Pahlawan KHZ Mustafa Sukamanah
    • Lingkungan di Sekitar Pesantren Sukahideng
    • MTs KH. Wahab Muhsin
    • MTsN KH. Wahab Muhsin
    • Lahan di Samping MTs dan SMK KH. Wahab Muhsin
    • Lahan di Samping MTs & MA KH. Wahab Muhsin dan
    • MTs & MA KH. Wahab Muhsin dan
    • MTs & MA KH. Wahab Muhsin dan
    • MTs & MA KH. Wahab Muhsin dan
    • MTs & MA KH. Wahab Muhsin dan
    • Lahan di Samping MTs & MA KH. Wahab Muhsin dan
  • Previous
  • Next
    • SDN 3 Cimerah
    • SDN 3 Cimerah
    • SDN 3 Cimerah
    • SDN 3 Cimerah
  • Previous
  • Next
    • Pondok Pesantren Nurul Wafa, Gununghideung, Sukarame, Kab. Singaparna
    • Pondok Pesantren Nurul Wafa, Gununghideung, Sukarame, Kab. Singaparna
    • Pondok Pesantren Nurul Wafa, Gununghideung, Sukarame, Kab. Singaparna
  • Previous
  • Next
    • Yayasan Pondok Pesantren K.H Zumratul Muttaqin

Referensi


1. Idul Fitri Bukan Kembali Suci, http://www.konsultasisyariah.com/istilah-salah-terkait-idul-fitri-bagian-02/
2. Makna Idul Fithri Bukan Kembali Menjadi Suci?, http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1358360047&
3. Makna Idul Fihtri/Adlha, http://almanhaj.or.id/content/1149/slash/0/makna-idul-fihtriadlha/
4. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, http://negeripelangi.org/id/berita/2012/08/25/selamat-hari-raya-idul-fitri-1433-h
5. Arti Sebuah “Kemenangan”, http://negeripelangi.org/id/blog/2013/08/12/arti-sebuah-kemenangan
6. MangSi, http://negeripelangi.org/id/tentang/hubungi-kami/singgih-nataadiningrat
7. Bahan Pemikiran untuk Presiden Terpilih, http://negeripelangi.org/id/blog/2014/08/01/bahan-pemikiran-untuk-presiden-terpilih
8. Belajar Bareng Aquaponik (Hidroponik dan Linux) di Yayasan Misbahul Ulumul Al-Quran (MTs Sirojul Wildan dan MA Sirojul Athfal 2) 8 dan 9 Agustus 2015, https://www.facebook.com/events/797510370346170/
9. Python Programming Language, https://www.python.org/
10. MTs Sirojul Wildan, http://negeripelangi.org/edupedia.php/en/school/mts-sirojul-wildan/caringin/7219/smp
11. Gerakan Kedaulatan Pangan di Sekolah, http://pendidikan.openthinklabs.com/2015/06/gerakan-kedaulatan-pangan-di-sekolah.html
12. Kemenangan Seperti Apa yang Kita Inginkan ?, http://negeripelangi.org/id/blog/2014/08/01/kemenangan-seperti-apa-yang-kita-inginkan
Tags: idul fitri

Si Kakek menghayal..., Ruko Bertingkat

Kalau seandainya Jalan Raya Ciawi ke Sukabumi, mulai dari Ciawi sampai ke Sukabumi di kedua sisi jalan Raya ini penuh dengan RUKO Bertingkat berjejer satu sama lainnya dilengkapi dengan tempat parkir mobil yang cukup luas. Apa kiranya dampaknya kepada perekonomian setempat ?

Pertama tentunya toko-toko-nya akan membuka jalan dalam menggelindingkan roda perekonomian setempat. Dengan adanya tempat parkir, memungkinkan datangnya pembeli selain penduduk setempat. Kendaraan-kendaraan yang melewati jalan yang ramai ini, karena dengan mudahnya berhenti dan masuk ke tempat parkir untuk berbelanja. Dengan berbagi jenis kendaraan, terutama kendaraan truk, dalam jarak tertentu disediakan disediakan tempat parkir yang dapat dipakai oleh truk-truk ini termasuk truk peti kemas dari 20 roda. Rumah makan disertai rumah Ibadah dan juga fasilitas untuk membersihkan badan, seperti kamar mandi dan toilet. Akan membuka jalan bagi usaha-usaha penjualan sabun mandi dan penyewaan handuk-handuk dan mungkin juga jasa pencucian baju, dilengkapi dengan mesin cuci dan mesin pengeringan baju.

Roda perekonomian setempat akan bergerak maju dengan adanya penyerapan tenaga kerja. Ruko sepanjang jalan raya ini, harus berupa Ruko yang bertringkat dua atau tiga. Dengan demikian membuka jalan usaha penyewaan tempat tinggal. Para buruh pabrik yang bekerja di pabrik-pabrik sepanjang Jalan Raya ini dengan mudahnya menyewa tempat tinggalnya. Mengingat tempat tinggal para buruh pabrik ini berada di jalan raya, memudahkan untuk mereka pergi dan pulang dari tempat pekerjaannya. Juga akan mengirit ongkos jalan, cukup dengan naik angkot atau Bis dan tidak perlu untuk naik ojeg dari pinggir Jalan Raya menuju ke tempat tinggalnya dipedalaman.

Dengan mudahnya pengangkutan umum ini, apakah angkot atau Bis sepanjang jalan Raya ini, memberikan peluang bagi para pekerja untuk bekerja lembur. Tidak takut walaupun pulang larut malam, dengan tidak tersedianya pengangkutan umum. Bekerja lembur memberikan penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan ini akan berakibat lajunya perekonomian setempat, bila mereka membelanjakan penghasilan tambahan ini. Dilain pihak, pabrik-pabrik dapat memproduksi barang-barangnya lebih besar lagi untuk memenuhi kebutuhan pasaran. Dengan memperkejakan pekerja-pekerja menjadi beberepa shift.

Ada lagi nilai tambah dengan membangun Ruko Bertingkat sepanjang Jalan Raya ini ? Kemungkinan besar para penyewa tempat tinggal tidak akan menyewa tempat tinggal yang jauh dari Jalan Raya ini. Mereka akan memilih tempat tinggal di Ruko-ruko Bertingkat ini. Dengan demikian akan memperlambat atau menghentikan pembangunan tempat tinggal jauh dari Jalan Raya. Kemungkinan besar tempat-tempat tinggal yang jauh dari Jalan Raya ini akan dibongkar dan tanahnya dikembalikan dipakai sebagai pesawahan atau kebun-kebun. Memberikan jalan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam usaha menuju ke mandiri dalam pengadaan pangan.

Apabila pembangunan Ruko Bertingkat ini digalakkan di semua Jalan Raya diseluruh Indonesia, jelas akan menghasilkan dampak yang cukup besar dalam usaha berdiri di kaki sendiri dalam pengadaan pangan. Impor bahan pangan akan menurun, mengakibatkan pengiritan dalam pengadaan devisa dan mungkin akan ada dampaknya dalam usaha memperkecil hutang Negara ke Luar Negeri. Lapangan parkir didepan Ruko Bertingkat ini, dibangun sedemikian rupa agar ada "lahan lebih" dipinggir jalan. Lahan Lebih ini dibeli oleh Pemda bila diperlukan untuk memperlebar jalan raya dikemudian hari. Kabel-kabel listrik dan kabel fiber optik, dipasang di dalam tanah. Demikian juga riool-riool penadah air hujan dan limbah dari permukiman. Khusus untuk menampung limbah dari permukiman dalam jarak puluhan kilometer tertentu dibangun "Sewage Treatment Plant" untuk mengolah limbah ini menjadi pupuk berupa pellets. Membudayakan pemakain pupuk organik.


Idealnya Ruko Bertingkat tiga seperti ini tapi dengan atap yang datar, yang nantinya bisa digunakan untuk berkebun.

    • ruko bertingkat 1

Kalau kabel listrik didalam Tanah, ruko ini bias bertingkat tiga.

    • ruko bertingkat 2

Karena kawat listrik rumah ini tidak bias menjadi Ruko bertingkat.

    • ruko bertingkat 3

Sepanjang jalan Raya Ciawi/Sukabumi berderet-deret warung-warung..... siapa tahu suatu waktu kedepan menjadi deretan Ruko Bertingkat.

    • ruko bertingkat 4

Dalam tulisan sebelumnya disebut, kabel fiber optic didalam tanah, sekarang disediakan dahulu tempatnya berupa pipa dari plastic atau semen untuk nantinya dipasang kabel fiber optic. Dengan adanya fasilitas pemasangan kabel fiber optic, mengundang per-bank-an untuk membuka Kantor Cabang. Memungkinkan toko-toko untuk menerima Credit/Debit Card .......menuju ke "cashless" dalam transaksi jual beli...... tak perlu bawa duit banyak-2 kalau mau belanja.

Ciletuh 3/3/15..


Pilih Seribu Traktor untuk Mengolah Sawah atau Seribu Kerbau ?

 Pilih 1000 traktor ....

    • jokowi blusukan ke serang foto 2

 atau 1000 kerbau untuk mengolah sawah ... ?

    • 1280px kerbaujawa
    • Kerbau
  • Previous
  • Next

Kalaupun seekor kerbau labih mahal dari traktor, dalam jangka waktu tertentu kedepan pemeliharaan kerbau akan jauh lebih murah.

1. BBM vs rumput...mana yang murah.

2. beli BBM ke SPBU yang tentunya jauh dari Desa atau kampung, harus memakai kendaraan vs ngarit rumput disekitar desa atau kampung. Lingkungan kelihatan bersih, kerbau menjadi gemuk.

3. Pemeliharaan dan pembelian suku cadang vs rumput dan dimandikan di sungai oleh anak-2. Plusnya anak-anak belajar bertanggung jawab, belajar mememelihara hewan peliharaan.

4. Kalau kebocoran BBM atau oli, dan asap knalpotnya merupakan polusi lingkungan vs. kalau kerbau bocor menjadi pupuk menyuburkan tanah sawah. Kalau bocor dikandang berarti penghasil pupuk alamiah untuk dipakai sebagai pupuk tanaman lainnya.

5. tanah yang diangkat ke permukaan, wuluku yang ditarik kerbau dapat menjangkau lebih dalam lagi dibandingkan dengan traktor.

6. Kalau kerbau yang dibagikan kepada petani, Pemerintah mengirim dokter hewan untuk menjaga kesehatan kerbau-2 dengan cuma-cuma. Dari pada men-drop dana ke kelurahan yang tak akan sampai ke petani.

7. Kalau pembelian BBM untuk traktor-2 itu, dibantu oleh Pemerintah, beartri mengembalikan subsidi BBM yang baru-2 ini dihapuskan. Mengundang kecurangan di Kelurahan atau Kecamatan. BBM masuk ke tangki motor para petugas Kelurahan atau petugas Kecamatan.

8. Kerbau yang sudah tidak dapat dimanfaatkan di sawah, disembelih dan dagingnya di bagikan kepada penduduk kampung. Traktor hanya menjadi besi rongsokan.

9. Tanduk kerbau dan kulit kerbau dapat diolah sebagai bahan kerajinan tangan, penghasilan tambahan bagi penduduk.

10. Anak kerbau dari pasangan kerbau hadiah Pemerintah, menjadi milik Pemerintah untuk diserahkan kepada petani lainnya........dalam waktu tertentu semua petani memiliki kerbau. Kalau traktor, dalam waktu tertentu, pembagian traktor naik, semua petani mempunyai traktor, keuntungannya lari ke para investor dari luar negeri dan para penjabat pemerintahan mempunyai rekening gendut di Bank,

11. Jangan lupa susu kerbau, akan jadi keju yg lebih sedap dibanding susu sapi. Traktor mana bisa menyusui. Adanya oli bekas.

Jangan menambah pekerjaan KPK, sekarang saja sudah pusing ngurusin rekening gendut pimpinan Polisi........


Korespondensi Veteran Pejuang Pembebasan Irian Barat dan Presiden Direktur Kapal Tanker : Penenggelaman Kapal Asing (?)

    • Penenggelaman Kapal Asing
    • Penenggelaman Kapal Asing
  • Previous
  • Next
Sumber Gambar : Detik.com

Kapal-kapal penangkap ikan asing yang illegal itu, jangan ditenggelamkan. Itu mubazir namanya. Karena kapal-kapal itu dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dalam hal ini para nelayan. Sebaiknya:

1. Kapal-kapal itu ditarik atau digiring ke pelabuhan terdekat. Kembalikan anak buah kapal dengan baik-baik kenegara asalnya. Pemilik kapal dibawa ke Pengadilan. Menunggu keputusan Pengadilan bahwa kapal itu disita menjadi milik negara. Bentuk BUMD untuk mengurus pengoperasina kapal-kapal itu. apakah disewakan untuk jangka waktu tertentu ke Swasta. Awaki dengan anak buah Indonesia, ganti benderanya dengan Bendera Merah Putih, kembalikan melaut dan menangkap ikan.
2. Kalaupun akan ditenggelamkan, diatur sedemikian rupa agar ditenggealmkan dekat permukiman para nelayan. Dengan demikian kapal-kapal yang ditenggelamkan itu menjadi "rumah susun" ikan-akan. agar berkembang biak.
3. Kapal-kapal itu kalau kapalnya dari baja, dipereteli dan dipotong-potong, dilebur untuk dijadikan pacul, parang, pisau atau sekerup.
4. Uang hasil dari sewa kapal itu didimpan untuk dijadikan sebagai jaminan dihari tua para nelayan. atau sebagai pinjaman bagi para nelayan untuk membeli atau membangun perahu-perahu penangkap ikan. Bentuk Koperasi atau BPR.
5. Juga uang sewa itu sebagai ongkos penelitian dan pembangunan " Mini Cold Storage " disetiap permukiman nelayan untuk menyimpan ikan-ikan agar segar sebelum dipasarkan. Memakai tenaga Surya atau Pasang Surut untuk pengadaan listriknya.

Anggap saja pensitaan kapal-kapal itu adalah pemberian-NYA dan kita manfaatkan sebaik-baiknya demi kesejhateraan para nelayan. di seluruh Nusantara.

Presiden Kapal Tanker :

1. Siapkan dulu perangkat Hukumnya ,, jika itu kapal niaga ada Undang-undang International untuk menangkap kapal yaitu "Arrest the Ship Law" dan ini sudah diterapkan di negara-negara Ex. Koloni Inggris seperti Singapura, Hongkong dll, dan kebanyakan yang menyangkut WAN PRESTASI , Hutang tidak dibayar/dinyatakan default dll , ambil contoh Singapura misalnya, jika seseorang datang kepengadilan Singapura dengan bukti-bukti yg cukup/lengkap , dalam tempo 3 jam saja kapal tersebut sudag bisa ditahan oleh pengadilan dengab memerintahkan "polisi air/water police" untuk naik dan menahan kapal tsb, nah sayangnya Negara/pemerintah kita BELUM MERATIFIKASI UU International tersebut...
2. Di dalam negeri penahanan kapal harus melalui Putusan Pengadilan yang sepanjang pengetahuan saya yang terbatas ini patokannya adalah KUHD (Kitab Undan-Undang Hukum Dagang) , yg bapak tahu sendiri dibuat dijaman BAHEULA (jaman dulu) , tidak pernah di refisi hanya tambal-tambal dengan PP atau KepMen dsb dsb sehingga tumpang tindih, dan jika dilihat di KUHD tsb, angka-angka dendanya masih dalam patokan Rp.1 = 1 Gulden Belanda…
3. Masalahnya apakah Putusan pengadilan kita BISA secepat Singapura atau Hongkong ???
4. Mengenai PELANGGARAN Batas Negara/Wilayah, saya kira kita sudah punya peraturannya (Mengamati penangkapan beberapa PESAWAT Udara yg ditangkap karena terbang masuk kewilayah kita) namun apakah itu berlaku juga pada kapal penangkap ikan/Nelayan yg masuk kewilayah kita?? ( Jika Australia jelas, langsung ditangkap) jika tidak maka DPR harus membuat UU tsb, berikut sangsinya dan juga menyangkut ijin-ijin yg diperlukan jika ada nelayan asing yang ingin menangpak ikan di perairan kita??? Ataupun perairan kita TERTUTUP sama sekali bagi Nelayan asing???
5. Nah menyangkut kapal-kapal nelayan Asing yg ditangkap, tadi saya lihat ada beberapa saran bagus yg sudah dilontarkan, jikapun menambahkan, pendapat saya ada beberapa alternative :

a. Putusan Pengadilan yang menyatakan Kapal nelayan tersebut Ditangkap dan disita sesuai dgn pasal-pasal dari pelanggaran wilayah atau hukum Internasional.. ( Harus ada Landasan Hukum yg kuat atas penangkapan Kapal tersebut) yang kompeten terhadap penangkapan tersebut, karena kita harus ingat bahwa setiap Kapal itu Mempunyai KEBANGSAANNYA (Diburitan kapal selalu dikibarkan Bendera Kebangsaan kapal tersebut dan Hukum yang berlaku diatas kapal tersebut adalah hukum Negara kebangsaan kapal tersebut. Oleh sebab itu Awak kapalnya hrs diApakan??? Di Tahan dalam penjara??(Autralia dll), Dipulangkan ke negara asalnya ?
b. Atas biaya Siapa?? Maka itu perlu perangkat hukum yg jelas, jika sudah jelas dasar Hukumnya nah barulah kita Aman melakukan tindakan apapun terhadap kapal tsb. Karena jika ada yg menuntutnya maka kita bisa merujuk pada Putusan pengdilan yg meNANGKAP KPL TSB,, MENURUD SAYA :
c. Kapal tersebut DILELANG Terbuka kepada Umum, uangnya bisa bermacam-macam : -masuk ke kas Negara?? , Kesejahteraan Nelayan, Biaya Operational bagi patrol/penangkap dll dll, yang penting adalah Jangan di Tenggelamkan ataupun di Bakar ataupun dimusnahkan deh karena Itu Mubazir, dan EMOSI belaka ,, masalah ini harus SECEPATNYA dilaksanakan, karena semakin lama kapal itu merapung dilaut/Air Garam semakin Cepat Rusak,Keropos dll dll yg menyebabkan NILAI kapal tsb mendekati zero… (Bayangkan saja Besi / kayu yg direndam di Air Garam??)

6. Demikian sedikit sumbang saran dari saya…

Tags: maritim

Menggalakkan Ekonomi Daerah dengan Kapal Pengangkut Batubara Curahan Inovasi Baru dan Menggali Sejarah PD II

Batubara berlimpah yang katanya kurang menarik untuk diekspor. Karena katanya batubara muda. Dengan arti kata lain, tidak bisa diekspor, tidak bisa menjadi penghasil devisa. Tapi kan bisa dibakar ? Tentunya setelah diolah terlebih dahulu untuk dijadikan sebagai pengganti kayu bakar di tungku-tungku di pedesaan. Atau mungkin tanpa diolahpun dapat dibakar juga. Salah satu cara dapat dibakar ditungku besar. Untuk memanaskan air menjadi uap. Uap hanya dapat menjalankan kereta api uap ( jaman doeloe) dan jaman sekarang memutarkan turbine. Cadangan batubara yang katanya cukup untuk 200 sampai 250 tahun itu yang tersedia di bumi Nusantara ini, sewajarnya kita manfaatkan sebaik-baiknya. Tidak dapat diekspor sebagai penghasil devisa, bagaiman kalau batubara yang tak laku dijual itu kita olah dengan berbagai cara untuk dipergunakan dalam usaha menaikkan tingkat kesejahteraan rakyat.

Kita mulai dengan pemikiran batubara dapat digunakan untuk memanaskan air menjadi uap. Setelah menjadi uap, uap itu digunakan untuk menjalankan turbine. Turbine dapat menjadi alat penggerak dalam menjalankan generator atau baling-baling kapal. Generator digerakkan oleh turbine menghasilkan listrik. Dan tentunya kalau menggerakan baling-baling kapal laut, kapalnya akan maju berlayar dilautan lepas. Batubara yang melimpah,.....dapat menjadikan air menjadi uap, ..........uap memutarkan turbin dan baling-baling kapal laut, ....... lautan nusantara, ........keperluan listrik dinegara kita bertambah. Ini semua ada kaitannya dan kalau kaitannya di dipikirkan lebih dalam lagi dalam usaha menuju ke kesejahteraan rakyat.

Mengggali batubara, menyerap tenaga kerja.......mengapalkan batubara juga menyerap tenaga kerja ............ memproses batubara di tempat tujuan juga menyerap tenaga kerja dan akan menggalakkan ekonomi setempat. Di tempat tujuan perlu dibangun Pelabuhan, pembangunan ini menyerap tenaga kerja. Akan menggalakkan ekonomi setempat karena dengan adanya pelabuhan, akan disinggahi kapal-kapal lokal membongkar muatan dari pelabuhan lainnya.

Seandainya batubara dari Kalimantan Selatan, dikapalkan dengan kapal khusus pengangkut batubara curah. Tujuan batubara berbongkah-bongkah ini, ialah satu tempat di Pulau Halmahera pantai Barat. Tentunya dengan adanya kapal batubara curah harus dibuka suatu usaha agar pemakaian batubara bongkah ini berjalan dalam jangka waktu panjang. Dengan demikian menghidupi usaha pengangkutan batubara curah ini.

    • Menggalakan Ekonomi Daerah dengan Kapal pengangkut batubara curahan Inovasi Baru dan Menggali Sejarah PD II

Kapal pengangkut batubara curah ini, dilengkapi dengan "boiler" untuk memanaskan air menjadi uap. Untuk memanaskan air ini dipakai batubara sebagai bahan bakarnya. Kemudian uap disalurkan untuk memutarkan turbine. Turbine ini memutarkan generator dan menghasilkan listrik. Listrik dipakai untuk memutarkan motor listrik di buritan kapal yang dipasang sedemikian rupa berada diluar badan kapal. Motor listrik ini dilengkapi dengan baling-baling untuk menggerakkan kapal. Fungsi motor listrik ini juga sebagai "kemudi" kapal. Motor listrik dapat diputarkan kekiri 90 derajat dan kekanan juga 90 derajat. Pemakaian batubara sebagai bahan bakar mengirit ongkos pengoperasian kapal. Juga dilihat dari segi praktisnya karena mengangkut batubara curah, dimanfaatkan batubara itu juga sebagai bahan bakar mesin kapal.

Kalau di tempat tujuan kapal batubara curah ini dibangun PLTU, sudah merupakan pintu terbuka untuk usaha pelayaran dari Kalimantan Barat ke Pantai Barat Pulau Halmahera ini. Agar pelayaran KalSel ke Halmahera Pantai Barat ini agar dapr berlangsung lama dan menguntungkan, lebih banyak batubara yang diangkut lebih baik. Seandainya tidak jauh dari pelabuhan itu dibangun pabrik "briquets", tentunya pabrik ini akan memerlukan bahan baku yaitu bongkah-bongkah batubara. Briquets dipasarkan di Maluku Utara, Maluku Selatan dan Sulawesi Pantai Timur.

Sekarang sudah ada dua langganan yang memakai batubara. PLTU dan Pabrik Briquets. Dengan tersedianya bongkah-bongkah batubara, memungkinkan untuk membangun usaha lain yang dibutuhkan di daerah itu. Umpamanya mencairkan baja untuk dijadikan pisau, parang, pacul, sekup, paku dan lain-lainya. (Usaha Pandai Besi). Atau membangun Pabrik Minyak Kelapa. Kopra yang diangkut oleh kapal-kapal lokal, kapal kayu bermotor, perahu layar, dimasukkan ke suatu bangunan dan dikeringkan dengan memakai uap limbah PLTU itu. Dengan demikian setahun penuh kopra dapat dikeringkan tanpa membutuhkan sinar matahari. Mungkin dengan demikian Minyak Kelapa dapat menjadi bahan ekspor ke Hongkong, Taiwan dan daratan Cina dimana kebiasaan setempat makanannya banyak yang digoreng digoreng.

Mengingat Pantai Barat Halmahera bagian selatan dilindungi banyak pulau-pulau, memungkin pantai-pantai disitu dapat dijadik objek Turis. Tentunya dengan membangun Resorts Area. Pantai putih, ombaknya tidak besar. Kemudian kesebelah Utara ada Pulau Morotai, bekas perang dunia ke II, dapat dijadikan tempat wisata. Dengan memakai sebagai daya penarik.."sejarah Perang Dunia ke II". Diusahakan untuk memamerkan pesawat-pesawat PD II, seperti Mustang dan Bomber -25. Pesawat-2 dapat didatangkan dari Amerika Serikat yang diparkir di gurun pasir Nevada atau tempat lainnya.

Untuk mencapai dari Resort Area ke Morotai, diperlukan jalan sepanjang pantai. Jalan ini yang menghubungkan resort-resort area. Atau dengan pesawat ukuran kecil. Tentunya perlu landasan, terbuka usaha lain untuk pembangunan Bandara yang menghubungkan Halmahera dengan Hawaii, Australia, New Zealand dan South Pacific.

Pembangunan resort-resort itu dimungkinkan karena adanya PLTU dan pabrik Briquets, dan tentunya keadaan alam seperti pantai yang indah, dan sisa-sisa sejarah dari Perang Dunia II. Sebagai atraksi istimewa khas lokal, kambing guling dan sate yang dibakar memakai batubara berupa briquets.


Mungkinkah,"Nol" Sampah di Negeri Ini ??


 "Nol " Sampah merupakan salah satu topik yang akan diangkat pada acara Ciderum Education Festival, http://cef.negeripelangi.com/


    • Sampah Plastik
    • Sampah Plastik
    • Sampah Plastik
    • Sampah Plastik
  • Previous
  • Next

Kalau berbicara sampah seperti botol plastik, cangkir plastik, kaleng, botol gelas, karton, kertas dan kertas koran, apalagi di kota besar tidak merupakan persoalan yang rumit. Begitu sampah dibuang dibak sampah depan rumah dalam satu hari saja sudah bersih dari sampah yang disebutkan diatas. Sampah dapur dapat ditanggulangi dengan pemakaian cara Keranjang Komposter Takakura ataupun Gentong Komposter Takakura untuk dijadikan kompos dirumah. Praktisnya, "nol" sampah sudah tercapai.

Yang menjadi persoalan sekarang dan dikemudian hari ( 25 - 50 tahun yang akan datang) adalah sampah kemasan plastik seperi keresek, pembungkus makanan, pembungkus sayuran, di desa-desa dan kota kecil yang tidak mempunyai Dinas Kebersihan kota. Penduduk membakar sampahnya termasuk kemasan plastik dihalaman belakang rumahnya, atau menggali lubang untuk pembuangan sampah beserta kemasan plastiknya. Ini yang sangat membahayakan, plastik dibakar sangat membahayakan paru-paru, menyebabkan kanker. Plastik dibuang di galian dan ditutup dengan tanah juga membahayakan. Tanah akan menjadi tidak subur untuk ditanami. Plastik akan tetap plastik 50 tahun atau 100 tahun yang akan datang, tidak akan membaur dengan tanah. Plastik didalam tanah akan menghambat akar-akar tanaman untuk mencari makanan didalam tanah. Plastik yang dipakai untuk kemasan makanan jadi seperti kerupuk, gorengan dan yang dipakai untuk kemasan minuman, terutama es krim, sirup yang mana kebanyakannya di beli oleh anak-anak, kemasannya dibuang begitu saja dijalanan atau halaman rumah. Hujan turun, kemasan plastik terbawa masuk selokan dan akhirnya masuk sungai. Yang mana kemungkinan besar sebagai penyebab banjir. Kalapun terdampar dan memenuhi air dipinggiran sungai, menyebabkan kematian ikan-ikan kecil yang baru keluar dari telur.

Salah satu jalan keluar untuk menanggulangi sampah kemasan plastik adalah kesadaran warga di kampung untuk mengumpulkannya. Pemda membangun tempat pembakaran di setiap Kecamatan. Pengangkutan sampah plastik kemasan dari tempat-tempat pengumpulan di kampung-kampung ketempat pembakaran ditanggung oleh Pemda. Cerobong asap di tempat pembakaran dipasang "filter" untuk menahan agar "asap plastik" tidak keluar keudara. Atau, pabrik kemasan plastik diwajibkan untuk mendaur ulang sampah kemasan plastik . Sampah kemasan plastik diangkut oleh truk milik Pemda ke pabrik. Dengan demikian pembangunan Tempat Pembakaran sampah plastik kemasan tidak diperlukan. Menghindari ongkos yang besar untuk "filter" khusus menahan "asap plastik".

Jalan lain adalah membentuk BUMN/BUMD untuk mengolah kembali kemasan plastik sebagai bahan baku untuk industri plastik. Mungkin cara ini akan menghemat devisa dalam pengimporan pellets plastics, disamping menyerap tenaga kerja. BUMN/BUMD yang mengelola sampah kemasan plastik tidak perlu mengambil keuntungan, kalau saja berhasil menutupi ongkos pengoperasian sudah dianggap memadai.

Atau mungkin, dengan rencana Pemerintah menghilangkan subsidi BBM, dapat dialihkan subsidinya untuk usaha-usaha mendaur ulang sampah kemasan plastik.


Kemenangan Seperti Apa yang Kita Inginkan ?

Sahabat,
Karena masih dalam suasana Idul Fitri, kami, keluarga kecil @NegeriPelangi, mengucapkan :
"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin"
"Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

Tak terasa, pesta demokrasi yang diselenggarakan bersamaan dengan bulan ramadhan kemarin sudah selesai kita laksanakan dengan damai, alhamdulillah ...., meskipun, sering kita dengar, baca, saudara-saudara kita banyak yg begitu mudahnya mengejek sesama, menyebarkan aib saudaranya, dan hal-hal kurang baik lainnya, hanya demi membela calonnya. Begitu ramai pemilu yg dilaksanakan 5 tahun sekali ini. Tapi, pernahkah kita berpikir, kenapa Shalat yang kita lakukan minimal 5 kali dalam 1 hari tidak bisa kita buat "ramai" ? Ramai dengan saling nasehat-menasehati dalam kebaikan .. ?

Allah Maha Besar 2x
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah 2x
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah 2x
Marilah sholat, 2x
Marilah menuju kemenangan, 2x
Allah Maha Besar,
Tiada Tuhan selain Allah

Apa yang terbayang dipikiran kita ketika mendengar adzan ...

....Marilah menuju kemenangan...

Kemenangan seperti apakah yang kita inginkan ...?
    • sampah1
    • sampah2
    • TPS Pasar Singaparna
  • Previous
  • Next

Foto diatas diambil di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Sudah 3 tahun kondisi ini belum berubah, sampah masih menumpuk di jalan, dikiri-kanan anak sungai .....

Jika shalat ritual kita benar-benar "bermutu", seharusnya masalah "sederhana" seperti sampah ini tentu tidak akan berlarut-larut ...

Mungkin resep ini bisa digunakan, untuk meningkatkan kualitas 'shalat ritual' dan 'shalat sosial' kita :

Coba kita baca Tafsir Fi-Zhilalalil Qur'an, untuk langkah awal, baca dengan urutan berikut :

1. Alaq
2. Qalam
3. Muzammil
4. Mudathir
5. Fatehah

Tafsir versi ebooknya bisa didownload di : http://tafsirzilal.wordpress.com/

Baca, hayati, amalkan ....

Idealnya, tuliskan apa saja aktualisasi atau implementasi yg bisa dilakukan di diri kita, keluarga, dan lingkungan sekitar, yg terinspirasi dari kandungan surah-surah ini .., setelah itu jangan lupa menulis KPI nya juga (key performance indicator).

Kita 'ramaikan' yang minimal 5 kali dalam 1 hari itu ..., insyaAllah, nanti ketika tahun depan, kita kumpul-kumpul silaturahmi idul fitri,dengan keluarga, sahabat-sahabat kita, akan lebin banyak bahan perbincangan menarik, bahan perbincangan yang insyaAllah, sesuai dengan semangat Q.S Al-Ashr... ?

Yuk, kita Belajar Bareng...

Tags: idul fitri

Bahan Pemikiran untuk Presiden Terpilih

    • ibu pertiwi tersenyum

Semoga menjadi bahan pemikiran Presiden Terpilih.

Karena apa semua Kementerian, yang mana jumlah sekarang ini lebih dari 30 Kementerian, harus berada di Jakarta ?

Apakah kiranya Kementerian Kehutanan dapat dipindahkan ke Kalimantan Barat, dimana di daerah itu dan daerah yang dekat seperti Riau yang mengalami banyak kebakaran hutan ?

Atau kalau dibentuk Kementerian Perhubungan Laut tersendiri dan dipindahkan ke Makassar ? Makassar adalah persis di tengah-tengah lautan Nusantara, Barat dan Timur. Juga Makassar dan disekitarnya adalah tempat pembangunan kapal-kapal Pinisi, sehingga dengan demikian dapat diharapkan bahwa Makassar akan merupakan pusat Industri Perkapalan di Indonesia. Dengan sendirinya akan dibangun usaha-usaha pemeliharaan kapal-kapal berupa Dok-dok terapung umpamanya yang dapat memberikan jasa kepada dunia Perkapalan di Barat maupun Timur Indonesia.

Apakah lebih baik Pangkalan Angkatan Laut di pindahkan dari Surabaya ke Sulawesi Utara (Bitung) dan ke Kalimantan Barat. Dengan demikian akan dekat dengan perbatasan dengan Pilipina dan Malaysia ? Jadi kalau terjadi hal-hal yang menyangkut soal perbatasan, kapal-kapal R.I siap dalam waktu singkat berada di daerah konflik. Demikian juga akan mengundang Industri Perkapalan dan industri lainnya. Berarti, pembahagian kegiatan industri sekarang dapat menyebar diluar Pulau Jawa.

Kementerian Pariwisata, karena apa tidak dipindahkan ke Pulau Bali umpamanya, sehingga dapat memulai mengembangan pusat-pusat pariwisata di pulau-pulau lainnya Indonesia bagian Timur. Morotai, umpamanya, peninggalan Markas sekutu sewaktu perang Dunia ke II digalakkan sebagai objek turisme. Mungkin dengan menempatkan pesawat-peswat tua P.D. II, sebagai atraksi turis. Peswat-peswat P.D., seperti Pesawat Tempur Mustang, pembom B-52 banyak "diparkir" digurun pasir di Nevada,USA.

Ini sebahagian dari Kementerian-kementerian yang layak dipindahkan. Mungkin dapat dipikirkan lagi untuk memindahkan Kementerian-kementerian lainnya. Dengan dipindahkannya Kementerian-kementerian ini ke luar Pulau Jawa, diharapkan perusahaan-perusahaan yang banyak hubungannya dengan Kementerian-kementerian ini juga akan membuka kantor-kantornya dimana Kementerian ini berada sehingga pembangunan akan terpencar ke seluruh daerah di Indonesia.

Dikabarkan bahwa JKW/JK, mengusulkan pembentukan Kementerian baru untuk mengelola pembangunan Desa. Yang diperlukan adalah bagaimana kiranya untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai satu Desa dengan hanya memijit satu atau dua di "keyboard".Misalnya Kementerian Pertanian ingin mengetahui berapa banyak pupuk yang diperlukan di satu Desa tertentu. Tentunya dengan memasuki database Kelurahan itu. Apakah database berada di kantor Kelurahan atau Kantor Kecamatan atau di kantor Gubernuran, tidak menjadikan persoalan. Kemudian mendapatkan keterangan bahwa di Kelurahan itu ada sekian luasnya sawah, ada sekian luasnya kebun palawija. Setelah diperhitungkan hanya memerlukan sekian "x" ton pupuk. Kemudian mendapatkan laporan bahwa Kelurahan tersebut kira-kira 6 bulan yang lalu telah didrop "XY' Ton pupuk. Karena apa berbeda ? Kemana yang "Y" ton pupuk yang telah didrop ini ? Ini pasti ada penyelewengan. Dengan demikian Kementerian Pertanian dapat menulusuri keganjilan itu.

Demikian juga dengan Kementerian Sosial, ingin mengetahui berapa banyak Lansia di kelurahan itu. Berapa banyak Lansia yang sakit. Berapa banyak balita yang memerlukan bantuan dalam pertumbuhannya.

Kementerian Kesehatan, ingin mengetahui kesehatan penduduk kelurahan itu. Apakah sudah pernah di anak-anak di kelurahan itu disuntik untuk mencegah penyakit tertentu.

Kementrian P.U., ingin mengetahui apakah ada jalan umum yang menghubungan satu kampung dan kampung lainnya di kelurahan itu.. Apakah perlu dibangun jalan setapak dari beton agar dapat dipakai kendaraan sepeda motor. Kalau belum ada, bagaimana caranya agar ada jalan tersebut apakah perlu membebaskan tanah penduduk untuk keperluan pembangunan jalan setapak dari beton atau jalan cukup besar untuk dipakai truck mini, dsbnya.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak-Anak dapat mencari keterangan berapa banyak pabrik disekitar kelurahan itu. apakah wanita di kelurahan itu diberikan kesempatan yang sama dengan lelaki untuk mendapatkan pekerjaan. atau dapat menge-check apakah pabrik-pabrik itu tidak memperkejakan anak-anak dibawah umur...dsbnya.

Kementerian pemuda dan Olah Raga, dapat mencari keterangan apakah perlu dibangun sarana olah raga di kelurahan itu. Tentunya tak perlu sebesar dan semegah "Hambalang". Ternyata tidak diperlukan karena sebahagian besar anak-anak terutama anak lelaki setelah selesai sekolah bekerja di sawah dan dikebun. Sebahagian lagi mencari rumput (ngarit) untuk dijual ke perternakan kambing atau sapi. Anak perempuannya setelah sekolah menjual gorengan keliling kampung. Kalaupun Kementerian ini dibubarkan, tak akan ada pengaruhnya akan kehidupan maupun pembangunan Desa-desa.

Kementerian Agama dapat mencari keterangan ada berapa Madrasah di Kampung itu. Kalaupun ada berapa kelas, apakah guru-gurunya tersedia dan berkualitas. Apakah perlu bantuan dalam pemeliharaan gedung atau pembelian tanah baru untuk dibangun ruangan kelas.

Kementerian Diknas, dapat mencari keterangan karena apa tunjangan guru begitu lambat sampai ditangan guru-guru, kadang-kadang sampai 6 bulan baru cair.

Kalau semua Kementerian dapat mencari keterangan dengan mudah, apakah kiranya perlu dibentuk Kementerian khusus untuk keperluan kemajuan Desa ? sepertinya tidak perlu kan ? Mungkin dengan budget kementrian baru itu dapat dipakai untuk mewujudkan pencarian keterangan mengenai Desa-desa diseluruh Indonesia dengan gampang. Akan lebih bermanfaat,irit ongkos untuk membangun keterangan-keterangan menganai suatu Desa sampai detail dengan komputerisasi sentral.

Yang diprioritaskan adalah perbaikan cara kerja administrasi di setiap Kelurahan. Dimulai dengan komputerisasi dalam mendata-kan keadaan setempat. Seperti jumlah penduduk. Jumlah keluarga, jumlah anak-anak yang sudah masuk PAUD, SD,SMA,SMA apakah itu sekolah negeri, swasta atau Madrasah. Jumlah keluarga yang berpenghasilan. Jumlah keluarga yang bekerja musiman. Jumlah lansia yang hidup sendiri atau hidup ikut dengan anak atau cucu. Juga dicatat mengenai Lansia yang sakit dan tak sanggup bekerja, misalnya karena kena stroke. Jumlah dan luas lahan yang dipakai sebagai sawah, kebon dan jumlah dan luas lahan-tidur. Disebut juga hasil pertanian yang paling banyak dihasilkan. Jumlah sungai-sungai yang dipakai untuk pengairan. Kalau perlu sampai mendetail, umpamanya jumlah pohon kelapa, rumpun pohon bambu, umpamanya. Apakah sudah ada listrik. Apakah ada Pasar Tradisionil milik Kecamatan. Apakah ada SPBU. Bagaimana mengenai pengolahan sampah. apakah sudah dilakukan Daur Ulang. Berapa jauh dari Jalan Raya Propinsi. Apakah dilewati Kereta Api. Keterangan mengenai jumlah kampung di Desa tersebut. Apakah kampung-kampung itu, yang satu dan lainnya dihubungkan dengan jalan setapak yang dibeton yang dapat dipakai oleh kendaraan sepeda motor....sebagai contoh. Dalam pengumpulan Data-data ini dikerahkan tenaga sukarela, seperti murid-murid SMA, Pramuka dan guru-guru setempat. Semua keterangan mengenai setiap Desa disimpan di Kantor Gubernur. Dengan demikian akan mengurangi ongkos operasinya ketimbang setiap Desa atau setiap Kecamatan menyimpan data ini sendiri-sendiri. Data Desa dapat diakses oleh Lembaga-lembaga Pemerintahan 7 Hari 24 jam. Tiap 3 bulan sekali dimasukkan keterangan tambahan, sehingga datanya menunjukkan yang sebenarnya.

Biaya Kementrian yang baru ini untuk satu tahun saja sudah dapat membiayai usaha ini. Dan usaha ini hanya cukup satu kali saja dalam memakan ongkos. Lain halnya Kementrian baru akan memakan biaya selama 5 tahun.

Data- Desa ini akan mempermudah dalam menanggulangi persoalan di Desa-desa Mengingat keadaan desa yang satu dan lainnya berbeda dari Propinsi yang satu dan Propinsi lainnya, seyogianya pengaturan Desa-desa ini, praktisnya diserahkan kepada Pemda. Sudah diberikan otonomi, sekarang berikan tanggung jawabnya.. Dalam keseluruhannya akan mengurangi ongkos Pusat dan dapat menambah dana untuk keperluan pembangunan Desa-desa itu. Janji Capres 1 milyar setiap desa, malah dinaikkan menjadi 1.4 milyar per desa, tanpa adanya Data yang akurat hanya akan mubazir saja. Desa yang tandus dan Desa yang subur tentu akan beda keperluanya dan juga akan ongkos ongkos yang diperlukan.

Gubernur membentuk Dinas-Dinas yang diperlukan. Wakil Gubernur ditunjuk sebagai Koordinator dari Dinas-Dinas ini. Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas P.U., Dinas Agama, Dinas Perhubungan Darat serta Dinas-dinas lainnya yang banyak sangkut pautnya dengan kesejahteraan rakyat di Desa serta pembanguna Desa. Tidak diperlukan campur tangan Kementrian, sehingga Kementrian-kementrian dapat disederhanakan dalam usaha menaikkan efficiency kerja maupun pengiritan APBN.

Tags: pemerintahan

Ibu Pertiwi pun Menangis Sedih

Bulan Nov tgl.10,2013 aku menginjakkan kembali kakiku ke Tanah tumpah darahku, setelah 50 tahun merantau di negeri orang. Bermaksud dengan se-izin-NYA, tentunya, untuk menetap di Tatar Sunda menunggu panggilan-NYA.

Bertepatan dengan waktu-waktu kampanye Pemilihan Umum. AKu merasa berterima kasih, se-olah-olah diberi kesempatan untuk mengenal kembali...ini negaramu !....ini bangsamu!.....ini calon pemimpin-mu !.....sungguh berbeda sekali dari waktu aku meninggalkan-mu, Ibu Pertiwi. Rasa gotong royong, rasa tolong menolong, bangsa yang ramah....kok menjadi.."gua-gua, elu-elu"...."mari gue tolong lu, cuman 20 ribu saja"......." saya mohon surat keterangan,.....wah bisa berhari-hari mungkin mingguan untuk ditanda tangani,...., tapi kalo "dibantu" besok siang selesai.....cukup selembar kertas warna biru."........menjelang pemilu, begitu rendahnya bangsaku sekarang ini, menjelekkan satu sama lainnya, mengkorek-korek ke-aiban orang lain, merasa benar sendiri, tak ada rasa sopan santun, fitnah berterbangan.....malah menjurus ke penganiyaan karena yang satu memilih yang tidak disukai massa......main hakim sendiri, dimana gerangan Ibu yang memegang timbangan ? Masih adakah hukum di bumi Ibu Pertiwi ini ? Peraturan dan tata tertib di kalangan masyarakat, kelihatannya sudah tiada ??

    • Ibu Pertiwi Menangis
    • Ibu Pertiwi Menangis
    • Ibu Pertiwi Menangis
  • Previous
  • Next

Terbukti soal sepele sudah tidak diperhatikan masyarakat, anak dibawah umur naik motor tanpa ada rasa "salah", orang dewasa membawa anak naik motor tanpa helm dua-duanya, Satu speda motor dengan penumpang 3-4 orang, dimanakah rasa keselamatan?.....peraturan lalu lintas sudah dianggap sepele, Begitu menganggap entengnya hukum lalulintas, sepeda motor berjalan melawan arah lalu lintas apakah di jalan satu arah atau tidak dianggap sebagai hal yang lumrah.

    • remaja dan kendaraan bermotor

Aku bertanya kepada kawanku soal yang diatas,...dijawabnya lha itulah Indonesia sekarang ini, Mang.......ooh ternyata kata "merdeka" ini,karena sudah 68 tahun merdeka, mungkin sudah lupa, betul-betul disamakan dengan merdeka seperti "saenak perutnya sendiri".....ternyata sesuatu yang salah sekarang menjadi benar, sesuatu yang melanggar hukum dapat diatur dengan mulai dari 20 ribu........kalau kalangan bawah sudah begini kelakuan dan jalan pikirannya, apalagi para pemimpinnya...... merasa kaget Menag ko masuk bui....Bupati kok masuk bui, Gubernur ko masuk bui.........tapi petugas yang minta damai 20 ribu tenang-tenang saja menambah isi kantongnya setiap hari. Yang "dimintai" duitnya terpaksa beberapa hari makan nasi dengan sambel dan pucuk pohon singkong. Takut uang untuk bayar uang sekolah anaknya terpakai........hanya dalam kurun waktu..50 tahun saja sudah begini keadaanya.......bagaimana 100 tahun yang akan datang atau 200 tahun yang akan datang.....anak-anak di pedesaan ingin sekolah di setaraf SLA dengan uang sekolah 59 ribu sebulan saja, ortunya tidak sanggup membiayainya.......teringat diperantauan..anakku sekolah SD,SMP,SMA gratis...ditanggung oleh Pemkot dan Pemda !! Sudah itu makan siang gratis pula ! Perpustakaan di setiap RW dikelola oleh Pemkot..minjem buku, baca buku gratis !

Jadi ingat sewaktu di SD tahun 1950, masuk sekolah bawa cangkir dari kaleng, untuk menerima minum susu bubuk ! Kenangan indah, walaupun menulis dengan batutulis alias sabak dan gerip.

Ibu Pertiwi menangis.... wajarlah..............


Arti Sebuah “Kemenangan”

Karena masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri, Kami, keluarga kecil @NegeriPelangi, ingin mengucapkan Taqabbalallahu minna waminkun, mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan ibadah puasa selama Ramadhan kemarin dapat membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Ketika di kampung, tepatnya di Singaparna, Tasikmalaya, ketika jalan-jalan pagi menuju rumah seorang sahabat di Ciseda, sempat memfoto beberapa "pemandangan" yang insyaAllah bisa jadi bahan instrospeksi kita bersama.


    • sampah singaparna arah garut resize

Tumpukan sampah di pinggir jalan .., letaknya tidak terlalu jauh dari Masjid Agung Singaparna, tahun kemarin pun menumpuk begitu saja, tidak ada perubahan sampai saat ini. Ketika bertanya ke penduduk sekitar, memang di kampung ini, tidak ada petugas sampah dari RT setempat yang keliling mengumpulkan sampah dari rumah penduduk, masing-masing rumah mengurus sampahnya sendiri, entah di buang ke kali atau ditumpukkan di pinggir jalan seperti ini, menunggu diambil oleh truk dari dinas kebersihan, entah, jadwalnya berapa kali dalam seminggu.


    • sampah di terminal singaparna resize
Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Terminal Singaparna, Tasikmalaya. Lagi-lagi tidak ada perubahan sejak tahun lalu.

    • lembaga lanjut usia resize
Tidak jauh dari Pasar Singaparna, di sebuah jalan menuju SMPN 1 Singaparna, di depan sebuah rumah terdapat plang LLI (Lembaga Lanjut Usia Indionesia), saya sendiri baru mengetahui kalau ada lembaga seperti ini, ketika melihatnya, saya hanya tersenyum sendiri, mengingat MangSi, seorang Sahabat nun jauh di New York City. Belum menggali lebih jauh apa saja aktivitas lembaga ini.

    • saluran pdam bocor resize
    • saluran pdam bocor close up
  • Previous
  • Next

Di Jalan Menuju Kudang, terlihat adanya saluran PDAM yang bocor, setelah dilihat lebih dekat ternyata yang bocor adalah saluran PDAM ke rumah warga yang menggunakan pipa PVC, pipa PVC nya retak, sepertinya terjatuh benda yang dibuang oleh warga sekitar ke sana, terlihat banyak sampah menumpuk di atasnya


    • pesantran al muqowwamah resize

Tidak jauh dari kudang, ada Pesantren Al-Muqowwamah, teringat ketika sekolah di SMAN 1 Singaparna, pernah sekali main ke Pesantren ini ketika SMA, karena kebetulan ada sahabat yang menjadi santri di pesantren ini. Ketika melihat atap masjid pesantren ini yang datar, di dalam hati saya berdoa, mudah-mudahan percobaan aquaponik (Integrated Aquacultur) dan hidroponik yang sekarang sedang giat dilaksanakan di rumah dan di MTs SJW Ciderum, Bogor, dalam beberapa bulan kedepan mendapatkan hasil yang memuaskan, sehingga atap masjid ini bisa lebih banyak membawa manfaat dengan mengubahnya menjadi “rooftop garden”, ada beberapa metode yang bisa digunakan, dan dijelaskan dalam buku "Eat Up : the inside scoop on rooftop agriculture", mudah-mudahan jamaah masjid ini dapat menerima ide-ide yang akan dipaparkan nanti.



    • smpit manarul hikam

Ketika sampai Ciseda, agak terkejut juga, ternyata sekarang di Pesantren Manarul Hikam sudah dibuka SMPIT, mudah-mudahan dengan dibukanya sekolah ini dapat memberikan manfaat yang banyak ke penduduk sekitar



    • semai benih bunga eropa resize

Alhamdulillah, selain jalan-jalan keliling kampung bersilaturahmi bertemu keluarga dan sahabat, sempat menyemai 3 buah bunga, tidak banyak yang disemai, wadah biru Zimbia (waktu sprout 7 hari), wadah merah Maiden Pink (waktu sprout 14 hari), dan wadah hijau African Marigold (waktu sprout 14 hari). Usia semaian ini baru 7 hari.


    • azolla

Alhamdulillah …, salah satu oleh-oleh jalan pagi. Akhirnya salah satu tanaman air yang sudah sejak lama saya cari-cari, terakhir kali kesini, saya mencari-cari tanaman ini, ternyata pertama kali yang saya dapatkan salah, ketika diambil memang awalnya kecil, ternyata membesar, tanaman air yang saya dapatkan dulu hampir ada di setiap sawah yang saya lalui, namanya apu-apu/kayu apu/kayambang besar (Pistia stratiotes). Kali ini, Alhamdulillah, saya menemukan apa yang dicari, Kayambang Kecil (Azolla Caroliniana), menemukannya di tempat pembenihan ikan gurame di samping SMAN 1 Singaparna, sekolah saya dulu. Ketika melihatnya langsung saja saya silaturahmi ke penghuni rumah di samping pusat pembenihan itu, namanya Pak Nana. Awalnya saya Tanya, berapa harga azolla ini, Pak Nana menjawab “Ah sok nyandak we… (ah…, ambil saja)”, akhirnya saya mengambil kantong plastik hitam yang dibuang di samping kolam pembenihan (ya .., lagi-lagi sampah plastik yang dibuang sembarangan .. :( ), Pak Nana langsung ke belakang rumah, dan ternyata membawa serokan ikan. Setelah memasukkan azolla ke dalam plastik, saya ngobrol-ngobrol kecil dengan Pak Nana, apa ada kerjasama dengan SMAN 1 Singaparna ? misal terkait dengan budidaya ikan. Katanya tidak ada, tidak pernah ada kegiatan siswa yang pusat pembenihan ikan ini, karena di SMAN 1 Singarpana tidak ada jurusan perikanan; ternyata tidak berbeda sejak saya sekolah dulu disini (1999-2002), selama 3 tahun belajar, tidak ada guru yang berinisiatif mengajak siswa-siswinya memanfaatkan pusat pembenihan ikan ini sebagai salah satu media belajar. Kemudian, saya juga tanyakan, apa Pak Nana pernah mendengar aquaponik … ? jawaban nya tidak. Akhirnya saya ceritakan sekilas apa aquaponik itu. Tidak lama kemudian saya pamit melanjutkan jalan-jalan pagi. insyaAllah, lain kali saya pulang kampung, Pak Nana adalah salah satu sahabat baru yang wajib dikunjungi .., ingin berbagi lebih lanjut tentang perikanan terutama dengan metode aquaponik. Mudah-mudahan nanti bisa ditularkan ke sekolah-sekolah ada ke masyarakat sekitar ilmunya.


Dari jalan-jalan pagi menuju rumah seoarang sahabat pagi ini dan pekerjaan kecil kemarin ketika Ramadhan menyempurnakan AlisJK (Analisis Lembar Jawaban Komputer), banyak yang disempurnakan, termasuk fitur alokasi, mirip seperti alokasi pada program SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ada baiknya, ketika penerimaan masuk siswa baru, terutama untuk tingkat SMA, setiap kelas 10 nya diberi tema, misalkan Kelas 10 A bertema IWRM (Integrated Water Resource Management), kelas 10 B bertema ISWM (Integrated Solid Waste Management), kelas 10 C bertema Integrated Aquaculture (Budidaya Ikan Terpadu), kelas 10 D bertema Integrated Farming (Pertanian Terpadu), dan masih banyak tema lainnya. Jadi ketika siswa mendaftar di sekolah, bisa jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, di formulir pendaftarannya ada pilihan, ini kelas yang bertema apa ? jumlah pilihaannya disesuaikan dengan jumlah kelas 1/7/10 yang ada, sebisa mungkin jumlah tema sama dengan jumlah kelas per tingkatnya, jadi setiap kelas memiliki tema masing-masing. tentu saja, tema yang dipilih harus sesuai dengan perkembangan daya pikir peserta didik. Proses seleksi dan alokasi nya sama persis dengan proses seleksi SBMPTN. insyaAllah, untuk hal teknis (baca : sistem informasi) terkait proses seleksi dan alokasi ini, AlisJK sudah dapat digunakan, beberapa tema yang disebutkan diatas pun sudah kita rintis pelan-pelan, jika ada sahabat yang tertarik dengan ide ini, dan ingin berdiskusi bersama-sama, silahkan kirim email ke info@negeripelangi.org, insyaAllah nanti akan di undang ke milis khusus yang mendiskusikan hal ini.

Mudah-mudahan, 1 tahun kedepan, ada kemajuan berarti yang dicapai dari ide ini, sehingga, kemenangan yang kita dapatkan sesudah menempuh ibadah suci di bulan Ramadhan bukan hanya kemenangan pada aspek ruhiahnya saja, tapi juga pada aspek “sosial, ekonomi dan kultur” yang insyaAllah di ridhoi Allah SWT. Kalau di ridhoi oleh Allah SWT, tentu saja diridhoi oleh para Malaikat dan para Syuhada yang sudah lebih dulu ”mudik” ke kampung akhirat. Amiin …


Bismillahi Tawakkalna 'Alallah : Merajut Kebersamaan dengan Pendidikan Berbasis Kewirausahaan Sosial


Update

Mohon do'anya, kita sedang dalam proses mendirikan koperasi serba usaha dan simpan pinjam :


Potensi Daerah :

Perikanan, Pertanian dan Sampah yang belum diberdayakan secara optimal.


Ide Bisnis :

Merajut Kebersamaan dengan Pendidikan Berbasis Kewirausahaan Sosial Dengan kegiatan yang sudah kami rintis sejak 2013, memperkenalkan konsep & praktek nol sampah, hidroponik dan aquaponik, kami akan mencoba membawa nya ke level yang lebih tinggi, yaitu merajut semuanya dalam "Koperasi Serba Usaha dan Simpan Pinjam" yang bergerak di bidang (ditulis berdasarkan skala prioritas) :

1. Kedaulatan Pangan
2. Nol Sampah
3. Kedaulatan Energi

Draft AD/ART Koperasi yang akan didirikan, dapat dibaca disini : http://www.slideshare.net/negeripelangi/draft-adart-koperasi-pelangi-ciderum, masih perlu banyak penyempurnaan.

Do'akan semoga dilancarkan.


Sabtu, 20 Juli 2013. Alhamdulillah, setelah hampir dua bulan tidak ada waktu untuk bersilaturahmi ke teman-teman sekaligus adik-adik di MTs Sirojul Wildan, karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Berangkat bersama istri menggunakan commuter line, Pocin-Bogor, agak kaget juga, karena memang jarang pergi ke arah Bogor, tiket yang asalnya Rp. 9.000,- turun drastis menjadi Rp. 2.500,-. Sepertinya ini salah satu efek dari kenaikan BBM dari Rp. 4.500,- ke Rp. 6.500,0 kemarin. Sebagian subsidi untuk BBM dialihkan ke transportasi massal, hal yang sangat baik. Tapi, ini ada tapinya, dari 2 angkot di Bogor yang kita naiki, ongkosnya naik Rp. 2000,- :), tapi Alhamdulillah, kali ini tidak macet sama sekali, mungkin karena puasa, selain itu perbaikan jalan menuju Cikereteg sudah selesai 100%.

Sampai di MTs Sirojul Wildan sekitar jam 10.30. Agenda Kita kali ini adalah belajar membuat keranjang komposter takakura dan finalisasi Greenhouse sederhana yang akan digunakan sebagai tempat percobaan Hidroponik dan menyimpan keranjang komposter takakura.


    • finalisasi greenhouse mts sirojul wildan

Alhamdulillah, semua berjalan sesuai dengan rencana. Dalam sesi diskusi kita berbicara tentang jurus 4RC ( Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Compost) untuk melawan sampah di sekolah dan tempat tinggal kita masing-masing. Selain itu, kita juga menyinggung pembentukan koperasi siswa, Bu Halida, Guru di MTs Sirojul Wildan mengatakan kalau Sekolah memang ada rencana untuk membentuk koperasi, cocok sekali :).


    • siswa bekerjasama membuat keranjang komposter takakura3
    • siswa bekerjasama membuat keranjang komposter takakura2
    • siswa bekerjasama membuat keranjang komposter takakura
  • Previous
  • Next

Zero waste atau nol sampah adalah tujuan akhir kami, jika desa kami, Ciderum, ingin menjadikan sampah sebagai 'kekuatan', kita harus memulainya dari yang paling kecil, yaitu mengolah sampah organik. C dari konsep 4RC (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Compost). Terlihat siswa-siswi sedang membuat keranjang komposter takakura sendiri .., alhamdulillah, di sini, sekam murah sekali, 1 karung hanya Rp. 5000.


Karena yang kita kerjakan bersama anak-anak bermacam-macam, belajar dan praktek aquaponik, hidroponik, manajemen sampah, baik organik dan non organik, akhirnya kita memutuskan saja, agar kegiatan yang kita lakukan ini masuk dalam ekskul kewirausahaan, ekskul baru di tahun ajaran yang baru saja dimulai, bertepatan dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini.

Rencana menyewa tanah untuk peternakan kambing juga dibicarakan, untuk saat ini, masih dalam wacana, karena sekolah dalam waktu dekat, ingin membuat 2 ruang kelas sederhana, agar sekolah tidak perlu dibagi menjadi dua waktu, pagi dan siang.

Dalam perjalanan pulang, ada satu kejadian yang mungkin akan sulit untuk dilupakan. Ketika turun dari angkot, kebetulan hujan sedang turun dengan derasnya, kita langsung dibantu oleh tukang ojek payung. Ketika jalan, saya bertanya pada adik kecil yang menjadi ojek payung saya itu,

Saya : "De, kelas berapa ?"
Tukang Ojek Payung: "Kelas 2"
Saya : "2 SMP ?"
Tukang Ojek Payung: "Ya"
Saya : "Gak diomelin ama orang tua ngojek payung ?"
Tukang Ojek Payung : "Gak"
Saya : "Bapak kerja apa ?"
Tukang Ojek Payung : "Bapak udah nggak ada"
Saya : "Ibu ?"
Tukang Ojek Payung : "Ibu lagi sakit paru-paru..."

Sungguh berat perjuangan hidup yang harus ditempuh oleh anak ini, sayangnya, saya tidak menanyakan alamat lengkap anak ini .. :(. Mudah-mudahan dilain waktu dapat bertemu kembali.

Ada yang mengatakan, kalau kita memerlukan 1 Desa, untuk mendidik seorang anak, dan ini benar adanya, karena pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Perjuangan anak ini seharusnya tidak harus seberat ini, jika seluruh warga ditempat tinggal anak ini kompak, mudah-mudahan, kita dapat mewujudkan RW Siaga yang benar-benar Siaga, bukan hanya slogan semata.

Mudah-mudahan, niat Kami untuk merintis pendidikan berbasis kewirausahaan sosial, akan berjalan dengan lancar, dan sekolah ini, bisa dikatakan sebagai POC (Proof of Concept), dari beberapa ide yang kami miliki untuk mewujudkan pendidikan di Nusantara ini menjadi lebih baik.

    • uang bukan segalanya

Referensi


1. Sedekah, "Investasi" Sepeda (Bekas), http://negeripelangi.org/id/berita/2014/08/28/sedekah-investasi-sepeda-bekas

2. Belajar Bareng Aquaponik di Yayasan Misbahul Ulum Al-Quran (MTs Sirojul Wildan & MA Sirojul Athfal), https://www.youtube.com/watch?v=aDcvZn41lgw

3. Gerakan Kedaulatan Pangan di Sekolah, http://pendidikan.openthinklabs.com/search/label/gerakan%20kedaulatan%20pangan%20di%20sekolah


Monorail dan Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta

    • monorail kemacetan

Dengan dibangunnya "Monorail" di Jakarta sedikit banyaknya akan ada dampaknya kepada kemacetan lalu lintas di Ibu Kota. Mengurangi kemacetan lalu lintas,berarti mengurangi kendaraan di jalanan. Dengan adanya "Monorail", kemungkinan besar para pengendara sepeda motor, terutama para pegawai kantoran, akan memilih Pengangkutan Umum ini. Kenyamanan dengan gerbong-gerbong ber A/C sangat menarik. Apalagi kalau disertai dengan harga karcis yang murah. Faktor cuaca juga membuat berpergian dengan Pengangkutan Umum akan lebih menarik pemakainya. Namun jumlah pengendar sepeda motor memakai jalanan di Ibu Kota tidak akan menurun dengan drastis, kalaupun Monorail sudah berjalan. Terutama bagi pengendara sepeda motor yang masih muda-muda. Perasaan mandiri serta mobilitas sepeda motor tidak bisa diganti dengan pengangkutan Umum. Ditambah dengan setiap tahunnya anak-anak muda yang sudah cukup umur untuk mendapatkan SIM akan bertambah juga jumlahnya. Dan sebagai "tanda" kedewasaannya itu merreka akan menunjukkannya dengan naik sepeda motor.

Pembangunan Monorail juga harus dibarengi dengan usaha lain untuk menampung anak-anak sekolah dari rumah ke sekeloh dan sebaliknya. Satu caranya ialah menyediakan angkutan khusus untuk anak-anak sekolah. Berupa Bis Khusus Anak Sekolah. Perusahaan Swasta yang bergerak dibidang ini, harus mendapatkan kelonggaran dalam pengoperasiannya. Apakah dalam bentuk BBM yang murah, atau memakai mesin-mesin Diesel/Electric atau mesin Hybrid. Juga perlu dibantu dalam hal pengkreditan pembelian Bis yang murah. Dengan demikian pengoperasian bis-bis anak sekolah ini dapat memberikan suatu keuntungan yang wajar bagi perusahaan. Sedikitnya dengan adanya pengngkutan bis anak sekolah ini tidak mengharuskan orang tua untuk membeli sepeda motor bagi anaknya untuk keperluan ke sekolah. Mungkin pengadaan Bis-bis sekolah ini diperluas dengan pengadaan Bis-bis untuk Mahasiswa.

Pengurangan lalu lintas di jalanan Ibu Kota tidak akan terjadi kalau tidak dibangun jalanan baru untuk menampung jumlah kendaraan-kendaraan terutama sepeda motor. Pembangunan jalanan baru adalah suatu hal yang mendekati ketidak mungkinan. Jadi bagaimana jalan keluarnya dari persoalan "macet" di jalanan ini?

Suatu pemikiran yang "gila", tetapi besar kemungkinannya bisa terjadi. Pembangunan "monorail" harus dibarengi dalam usaha memberikan jalan keluar bagi pengendara sepeda motor. Bagaimana seandainya "jalanan" monorail diatas dan dibawahnya dibangunan jalanan khusus untuk sepeda motor. Dengan membangun jalur-jalur jalanan sepeda motor dikiri dan kanannya tiang-tiang penyangga "Monorail". Tentu ditempat-tempat tertentu ada jalur untuk keluar/masuk dari/ke jalur layang khusus sepeda motor ini ke jalanan biasa. "Jalanan-layang-khusus-sepeda-motor" ini diusahakan jangan dikenakan biaya. Dengan demikian akan menarik para pengendara sepeda motor untuk memakai jalanan layang ini sebisa mungkin. Berat sepeda motor dengan pengendaranya tidak akan merupakan persoalan besar dalam pembangunan "jalan-layang-khusus -sepeda-motor-dibawah-jalanan-Monorail" dengan memakai penyangga Monorail juga sebagai penyanggah jalanan sepeda motor ini.

Dengan demikian pembiayaan suatu proyek yang begitu besar, seperti Monorail ini, tidak saja dalam usaha pengangkutan penumpang saja, tetapi juga merupakan usaha dalam mencari jalan keluar dari persoalan lain. Dalam hal ini memindahkan sepeda motor dari jalanan biasa kejalanan khusus sepeda motor. Moge tidak diperkenankan memakai jalanan-khusus-sepeda motor ini. Dalam waktu-waktu tertentu, dalam jarak tertentu, jalanan khusus ini dipakai untuk sepeda gowes saja, sebagai tempat berekreasi warga. Pemakaian jalanan layang ini khusus untuk sepeda gowes, diadakan pada hari-hari libur dimana kantor tutup atau dihari Minggu

Dengan demikian, seperti pepatah...sekali merekuh dayung dua tiga pulau terlampau.

Tags: monorail

Kesempatan untuk berbagi : Menjadi Orang Tua Asuh

Update


Alhamdulillah, setelah posting tentang kesempatan untuk berbagi dengan cara menjadi orang tua asuh ke 3 milis, milis IGI, BizInov, dan Biotek, akhirnya anak-anak yang terancam putus sekolah sudah mendapatkan orang tua asuhnya.

Tempat tinggal anak-anak asuh ini, mayoritas berada di Desa Ciderum, berikut adalah sebaran lokasinya :

  • 1. Kp. Ciletuh, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
  • 2. Kp. Batukembar, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
  • 3. Kp. Ciherang Satim, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
  • 4. Kp. Cibolang, Desa Teluk pinang Kec. Ciawi Kab. Bogor
  • 5. Kp. Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor

insyaAllah, kedepan kita akan coba mengembangkan sistem informasi untuk Program Orang Tua Asuh ini [3], agar sinergi antara orang tua asuh, anak asuh, dan fasilitator nya, dapat maksimal.

    • kelas 9 putra
    • kelas 9 Putri
  • Previous
  • Next

Assalamu'alaikum Wr.Wb,

Sahabat,
Di sekolah tempat kita biasa berbagi ilmu, sebuah MTs di Ciderum [1][2]. Pada kelulusan tahun ajaran ini, hampir 50% siswa/siswi kelas 9, tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMA/SMK, karena keterbatasan ekonomi.

Pihak sekolah sudah berupaya mencari orang tua asuk untuk siswa/siswi yang kurang beruntung ini, dan alhamdulillah, sekarang tinggal 4 anak lagi yang belum mendapatkan orang tua asuh...

Detail biaya yang diperlukan :
1. Uang masuk Rp. 1.275.000 dapat dicicil 3x
2. SPP Rp.60.000/bulan.

Waktu sudah agak mendesak, awal juni sudah harus mendapatkan kepastian yang ingin menjadi orang tua asuh, kalau tidak, terancam putus sekolah ...

Kalau ada rekan-rekan yang tertarik untuk menjadi orang tua asuh, bisa menghubungi kami di email

Tidak harus 100%, kalau terlalu berat , agar terasa lebih ringan bisa  menjadi orang tua asuh  dengan cara gotong royong, 1 anak bisa 2, 3 atau bahkan lebih orang tua asuh ...

insyaAllah kita akan tetap membimbing anak-anak, karena kita juga sedang belajar mengembangkan hidroponik, aquaponik, program nol sampah dan mungkin rintisan pembelajar energi baru dan terbarukan kedepan di sekolah ini, dan anak-anak yg mendapat 'program orang tua asuh' ini akan tetap ikut belajar, insyaAllah, kita akan coba konsisten.

Belajar, hidroponik, aquaponik, program nol sampah, bersama anak asuh anda sendiri ? :), sepertinya, indah ya ...

Mungkin itu saja dulu. Mohon maaf sebelumnya, dan semoga berkenan.

Salam'alaina,
Pelangi Pekayon, Pasar Rebo


 Referensi

1. MTs Sirojul Wildan di NP Edupedia, http://negeripelangi.org/edupedia.php/en/school/mts-sirojul-wildan/caringin/7237/smp

2. Catatan di  Lapangan Ketika Berbagi Ilmu di MTs Sirojul Wildan, http://negeripelangi.org/en/berita?tag=mts+sirojul+wildan

3. Program Orang Tua Asuh yang Mendukung Program Desa Membangun, https://github.com/OpenThink-Labs/Aqabah/issues/16


Peran Panglima TNI dalam Menangani Bencana Alam Nasional

    • bangunandaruratdua
    • bangunandarurattiga
    • bangunandaruratsatu
  • Previous
  • Next

Dari pengalaman yang sudah-sudah, malapetaka yang menimpa Negara kita ini adalah malapetaka bencana alam berupa meletusnya Gunung Berapi, Tsunami, Banjir karena hujan, Tanah longsor, Kebakaran hutan. Ditahun 2004, terjadi Tsunami di Aceh. Kita belajar banyak dari musibah itu. Tahun 2010 terjadi musibah tsumani di Kepulauan Mentawai. Ternyata apa yang kita pelajari dari Tsunami Aceh itu tidak dapat diterapkan sepenuhnya dalam penanganan Tsunami di Mentawai.

Keadaan alam dipantai-pantai di beberapa Pulau di Kep. Mentawai ini sangat berbeda dengan keadaan pantai di Aceh. Ditambah dengan keadaan cuaca buruk berhari-hari tidak membantu sama sekali dalam kelancaran pengamanan penduduk setempat. Angin kencang yang meniup menyebabkan gelombang yang besar. Gelombang yang besar menghambat dalam usaha pertolongan dari laut. Angin yang meniup kencang, juga menyebabkan kesusahan dalam pengiriman bantuan melalui udara. Tidak ada jalan darat untuk mencapai lokasi pantai Barat dari pantai-pantai lainnya, menyebabkan usaha pertolongan mengalami kesulitan besar.

Dalam usaha "cetak biru" Penanganan Bencana Alam Tsunami, keadaan fisik dari permukiman penduduk di Pantai Barat Sumatra, Pantai Barat Pulau-pulau sepanjang Pantai Barat Sumatra, sepanjang pantai selatan Pulau Jawa harus dipelajari dan dicatat secara mendetail. Pembangunan jalan-jalan ke permukiman penduduk di pantai Barat Sumatra dan Pulau-pulau itu adalah merupakan satu-satunya jalan keluar untuk mencapai permukiman itu, apabila usaha dari laut dan dari udara tidak dapat dilaksanakan dengan semestinya. Jalan-jalan itu menghubungkan permukiman di pantai Barat dengan pantai-pantai lainnya dimana dianggap aman dari gangguan cuaca buruk sepanjang tahun. Dipantai yang aman ini dibangun pelabuhan darurat. Pelabuhan-pelabuhan ini merupakan pelabuhan bongkar kapal-kapal yang memuat barang-barang pertolongan bagi para korban bencana alam tsunami.

    • rumahlipat

Di Pantai Barat Sumatra yang berdekatan dengan Pulau-pulau sepanjang Pantai Barat Sumatra, dipilih sebagai pelabuhan penumpukan barang-barang pertolongan. Yang mana barang-barang pertolongan ini datang dari pelabuhan-pelabuhan lainnya. Juga harus ada jalan darat yang menghubungkan pelabuhan penumpukan barang ini dengan kota-kota lainnya dipedalaman Pantai Barat Sumatra.

Tidak jauh dari permukiman penduduk di pantai Barat Pulau-pulau itu dan di pantai Barat Sumatra dibangun permukiman darurat ditempat-tempat tertentu dengan ketinggian tertentu yang dianggap aman dari ombak besar.

Pemasangan monitor mengenai ketinggian permukaan laut merupakan usaha pengamanan pertama. Bila permukaan naik melampaui ketinggian tertentu,monitor mengirim aba-aba ke alat penerima didarat, Alat-alat didarat berupa tiang-tiang pengeras suara yang secara electronik dinyalakan oleh aba-aba yang diterima dari alat monitor dipermukaan laut. Sirene mendengung memberikan aba-aba agar penduduk siap-siap untuk mengungsi ke daratan yang lebih tinggi.

Setiap permukiman penduduk ditepi pantai, selain dipasang monitor di tengah laut dan tiang-tiang pengeras suara, juga diberikan sepasang kambing untuk dipelihara didalam kandang tidak jauh dari rumah. Kambing-kambing dipasang lonceng dilehernya. Naluri binatang, bila musibah akan datang, mereka akan gelisah dan berlari-lari mencari jalan keluar. Keributan ini diantara mengembik dan bunyi lonceng dapat memberikan tanda bahwa akan datang ombak besar. Kandang kambing dibuka, penduduk setempat mengikuti jejak kambing dalam mencari tanah yang aman yang tak akan dicapai oleh ombak besar. Bila kambing-kambing itu tidak kelihatan panik dan kembali memakan rerumputan, dapat dikatakan bahwa tempat itu aman akan ancaman ombak besar.

Pendidikan penduduk setempat disertai dengan pemasangan alat pengamanan akan memudahkan dalam pemberian pertolongan bila terjadi musibah bencana alam tsunami. Disetiap permukiman penduduk, kepala Desa diberikan alat komunikasi melalui satelit langsung ke Badan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan bencana alam. Alat komukkasi ini juga diperlengkapi dengan GPS. Sehingga keberadaan mereka selama menghindari musibah dapat diketahui dengan cepat dan tepat. Dengan demikian pengiriman barang-barang makanan dan obat-obatan dapat dilakukan dengan segera.

Dalam penanganan musibah Gunung Berapi, juga sebagai usaha pengamanan pertama adalah menempatkan alat-alat monitor sepanjang lereng gunung. Mulai dari puncak dekat kawah sampai ke daerah yang aman. Alat-alat pengamanan ini memancarkan aba-aba dalam waktu tertentu. alat-alat monitor ini dilengkapi dengan batterai, dimana batterai ini diisi dengan solar panel dan atau dikombinasikan dengan kincir tenaga angin. Bila abu atau awan tebal menutupi daerah ini, diharapkan hembusan angin masih dapat mengisi batre tsb.

Bila alat monitor ini berhenti memancarkan aba-aba, berarti monitor ini rusak karena awan panas atau karena lahar panas. Kecepatan turunnya awan panas dan lahar panas dapat ditentukan dengan memperhitungan "matinya" monitor yang satu dan yang berikutnya Tiang-tiang pengaman di desa-desa dinyalakan dari tempat-tempat pengintaian keadaan Gunung. Demikian juga alat-alat monitor lainnya di markas badan pengelola bencana alam gunung berapi. Dengan demikian tempat maupun fasilitas untuk pengungsi sudah disiapkan terlebih dahulu sebelum para pengungsi datang. Juga persediaan kendaraan bus untuk menampung pengungsi yang akan ditempatkan diberbagai lokasi dikota-kota tertentu.

Persiapan-persiapan ini dilokasi, dimana akan menampung pengungsi, terutama dalam mendirikan tenda-tenda untuk tidur. Penyediaan kamar rmandi, penyediaan dapur umum. Juga dilokasi lainnya disediakan tempat-tempat untuk penampungan bala bantuan berupa bahan makanan, pakaian dan keperluan sehari-hari (sabun, sikat gigi, dllnya) yang diterima dari masyarakat, swasta atu Pemerintah.

Tidak ada suatu organisasi yang berdisplin kuat, jelas akan tanggung jawab serta "chain of command" yang jelas serta terperinci, selain TNI. Dan dalam menanggulangi bencana alam diperlukan suatu badan yang berdisiplin serta jelas akan susunan organisasinya dengan demikian dapat menghindari kesimpangsiuran, kekeliuran dalam pembahagian tugas. Harap diingat dalam keadaan musibah alam terjadi kepanikan dimasyarakat dimana suatu ketika akan menjalar kepada para petugas. Sering terjadi bahwa suasana kepanikan, suasa ketakutan serta tidak mampu berbuat sesuatu adalah gejala dari yang disebut "disoriented". Yang mana gejala ini banyak hubungannya dengan penghambatan pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan. Hanya ketekunan,dedikasi,serta disiplin yang kuat dalam melakukan perintah yang dapat melawan gejala tersebut.

Dalam musibah alam seperti gempa, tsunami dan letusan gunung berapi diperlukan penanggulangan dari darat laut dan udara. Dan koordinasi dari ketiga unsur penanggulangan ini hanya dapat dilaksanakan dengan baik oleh badan organisasi yang rapih dan berdisiplin kuat. Tentunya personel dan peralatan yang memadai dan canggih akan lebih sempuirna dalam penanggulangan musibah seperti ini. Peralatan seperti kapal pengangkut, Landing Crafts Transport, Amphibious Crafts, pesawat pengangkut, helikopter, pesawat ringan sebagai pelapor keadaan di lapangan dan alangkah idealnya pemotretan dari angkasa luar dengan satelit.

Dengan kata lain, penanggulangan bencana alam nasional sewajarnya dikoordinir oleh Panglima TNI.

Tags: bencana, tni, wamil

Kenapa Allah Berikan Kekayaan Kepada Orang Muslim Di Indonesia?

    • skabies

Ya Allah, aku mau bertanya. Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di Indonesia? Aku tidak mengerti. Pada saat aku datang ke pesantren anak yatim dan ketemu anak yatim dan dhuafa yang tangan, lengan, kaki, pantat dan hampir seluruh tubuhnya penuh dengan luka dari parasit skabies (kudis), yang kulitnya terinfeksi, penuh dengan bisul dan nanah, yang aku pikirkan adalah orang Muslim yang kaya di sini. Kenapa mereka bisa membiarkan anak yatim menderita berbulan-bulan? Apa karena tidak tahu? Atau karena “tidak mau tahu”? Ada begitu banyak banyak Muslim yang kaya di sini, tapi hanya sedikit yang peduli. Kalau dikasih gunung emas, mereka akan kejar gunung emas yang kedua. Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Dalam ceramah, banyak ustadz membicarakan “orang kafir” yang tidak beriman kepada Allah. Tapi di semua negara maju, pengusaha, pemimpin, dan pejabat adalah “orang kafir” itu. Mereka tidak beriman, tapi negara mereka bersih, sejahtera, teratur dan tidak ada anak yatim dan dhuafa yang jatuh sakit berbulan-bulan, tanpa ada yang peduli. Tapi di sini, keahlian para pengurus negara dan pengusaha kaya tidak digunakan untuk memajukan seluruh masyarakatnya, tapi digunakan di “bidang korupsi” saja. Dana pendidikan dikorupsi, dana sosial dikorupsi, pajak negara dikorupsi, dana Haji dikorupsi, dan percetakan Al Qur’anpun dikorupsi. Apa yang tidak dijadikan “kesempatan korupsi” oleh orang Muslim di negara ini? Kok “orang kafir” tidak begitu? Kok “orang beriman” bisa? Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Ketika mencari klinik dokter untuk ambil obat, aku pakai GPS, koordinasi lewat HP, naik mobil, dapat obat, dan akhirnya bisa melakukan pengobatan. Di komputer, pakai program Excel untuk membuat daftar anak dan dosis obat, lalu diprint dan difotokopi. GPS, HP, mobil, obat, cara pengobatan, komputer, program Excel, printer, mesin fotokopi, listrik, dan semua barang lain yang digunakan untuk mempermudah proses pengobatan itu adalah ciptaan orang kafir. Lalu apa yang diciptakan oleh orang Muslim di negara ini yang menjadi bermanfaat untuk umat manusia di seluruh dunia? Sudah dikasih negara yang luas dan subur, laut dan hutan, bahan dan zat berharga di bawah tanah, dan seterusnya. Tapi yang terjadi adalah semua orang Muslim di semua lapisan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme agar bisa lebih kaya dan lebih kuat lagi. Dan anak yatim dibiarkan menderita dan tinggal dalam kemiskinan seumur hidup. Keahlian yang paling menonjol dari umat Islam di sini adalah menjadi “ahli korupsi”. Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Orang Muslim yang miskin mengatakan “Saya tidak bisa bantu, uang saya pas-pasan”, sambil isap rokok. Orang “miskin” itu membakar lebih dari 120 triliun rupiah per tahun, dalam bentuk “rokok”. Tapi untuk anak yatim yang sakit dan lapar, orang miskin itu merasa tidak bisa bantu karena “tidak ada uang”. Lalu membakar 120 triliun rupiah. Jadi ternyata orang Muslim yang miskin dan kaya tidak jauh beda. Dikasih uang seberapapun, tidak pernah cukup untuk membuatnya bersyukur kepada Allah sampai merasa bisa membantu anak yatim dan dhuafa. Kecuali sedikit sekali orang Muslim yang selalu siap membantu dan sudah bergerak sendiri. Tetapi yang lain? Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Aku ingin ambil foto tangan anak yang terinfeksi ini, membuat poster sebesar 10m x 10m dan taruh dalam ruang sidang DPR. Jadi setiap kali “wakil rakyat” itu mau bahas rencana “studi banding”, mereka bisa lihat apa yang dialami oleh anak yatim di sini. Dan aku juga mau taruh foto ini di depan meja kerja setiap pejabat negara, dari Presiden sampai ke RT, agar mereka bisa melihat apa yang dialami anak kecil di dalam wilayah kekuasaan mereka. Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Setelah aku minta bantuan kepada lebih dari 10.000 orang Muslim (lewat email dan Facebook), akhirnya terkumpul lebih dari 20 juta rupiah dalam 3 hari. Alhamdulillah. Tapi bukan 10.000 orang Muslim yang menyumbang. Hanya 25 orang. Yang lain diam saja. Mungkin sambil isap rokok, mereka merasa tidak ada uang untuk membantu anak yatim. Atau mungkin mereka memikirkan mobil baru yang mau dibeli pada tahun ini. Kalau Rasulullah SAW bisa hidup sekarang, dan duduk dengan anak yatim yang sakit berbulan-bulan, apa yang akan dia pikirkan? Kalau melihat orang Muslim yang kaya yang sibuk menikmati uangnya, dan melihat orang Muslim yang miskin yang lebih peduli pada rokoknya, apa yang akan dirasakan di dalam hatinya Nabi Muhammad SAW? Apakah bangga (karena masih ada sedikit orang Muslim yang mau membantu)? Atau apakah dia akan merasa MALU karena harus mengakui orang seperti kita sebagai “pengikutnya”? Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Wassalam,
Gene Netto


Angkutan Penumpang Dalam Kota

    • bus listrik lipi

Sebagai kota besar dan Ibu Kota Propinsi, dengan penduduk 4 juta lebih, dimana boleh dikatakan tidak ada pelebaran jalan atau sulit untuk melakukannya, ditambah dengan bermacam-macam kendaraan yang memakai jalanan umum, adalah wajar sekali untuk memikirkan jalan keluar dalam hal pengangkutan penumpang didalam kota Bandung.

PT Haji Kalla, menyarankan untuk membangun "Mono Rail" sebagai jalan keluar dalam usaha pengangkutan penumpang dalam kota dimana penumpang dengan jumlah besar dapat diangkut sekali jalan. Ini apa yang disebut sebagai "Mass Transit". Biaya pembangunan "Mono Rail" di Bandung ini diperkirakan sekitar Rp. 4 Trilyun.

Pembangunan "Mono Rail" itu sangatlah mahal. Monorail di Kualalumpur memakan ongkos USD 36 juta per kilometer. Ongkos pembangunan "Mono Rail" di Mumbai, India memakan ongkos USD 27,25 juta per kilometer. Kota Seattle di Negara Bagian Washington, USA pada bulan November 2005, penduduknya memberikan suaranya untuk tidak membangun "Mono Rail". Ongkos pembangunan "Mono Rail" di kota Seattle ini diperhitungkan akan memakan biaya USD 100 juta per mile. Setelah diperhitungkan kembali, biayanya turun menjadi USD 87 juta per mile.

Di kota Las Vegas, di negara bagian Nevada,USA, dibangun "Mono Rail" serta 7 stasiunnya memakan ongkos USD 650 juta. "Mono Rail" di Las Vegas ini hanya sebagai daya penarik turis dengan memberikan angkutan dari satu Casino ke Casino lainnya.

"Mono Rail" di Bandung dengan jarak 30 km itu diperkirakan akan memakan biaya USD 470 juta, atau USD 19 juta per kilometernya. Jarak ini adalah dari Utara ke Selatan dan mengelilingi kota Bandung. Diberitakan harga karcisnya adalah Rp.7000 sekali jalan.

Pertama-tama harus diingat dan dimengerti bahwa usaha pengangkutan penumpang dalam kota dimanapun didunia adalah usaha yang tidak mengejar keuntungan. Tersedianya pengangkutan penumpang dalam kota adalah sebagai imbalan balik dari Pemerintah dalam usaha kesejahteraan penduduknya. Dengan arti kata lain subsidi Pemeritah, apakah Pemda, Pemkot dan Pusat sangat diperlukan. Jadi biaya pembangunan "Mono Rail" di Bandung sejumlah Rp. 4 Trilyun harus ditambahkan biaya pengoperasiannya.

Dalam usaha Pemerintah untuk membangun suatu proyek dengan biaya yang sedemikian besarnya, harus dipikirkan akan "keuntungan" lainnya yang dapat dirasakan oleh penduduk setempat. Dengan demikian biaya yang besar itu mempunyai dampak positip akan kesejahteraan penduduk. Umpamanya, pembangunan "Mono Rail" di Bandung ini, harus dikaitkan dengan usaha-usaha lainnya. Apakah itu usaha penanggulangan banjir, atau usaha pembuangan air limbah dari rumah-rumah. Atau usaha-usaha lainnya seperti tersedia air dengan mudah untuk dipakai Pemadam Kebakaran, penyemprotan jalanan terutama di musim kemarau, dan penyiraman pohon-pohon atau taman bunga sepanjang jalan.

Mengingat biaya yang sangat besar dalam pembangunan "Mono Rail" ini apakah kiranya dapat dipikirkan cara lain yang lebih murah dalam pembangunan awal dan juga murah dalam pengoperasiannya. Kalau kita membaca "Mono Rail" memberikan kesan yang dimaksud adalah Sistim "Maglev", dimana induksi magnet memutarkan roda-roda gerbongnya. Bagaimana kalau apa yang disebut "Mono Rail" ini adalah berupa "Jalan Layang Bis Dua Jalur".

Dengan pemikiran dasar "Jalan Layang Bus Dua Jalur", berarti tidak perlu rel-rel besibaja, roda-rodanya bukan roda besibaja seperti kereta api, karena badannya berupa badan Bis, gerbong-gerbong penumpang itu dibuat dari bahan seperti Bis antar kota. Berati berat badan Bis ini lebih ringan daripada gerbong penumpang kereta api. Karena badan Bis yang ringan, alat penggeraknya dapat dipakai mesin-mesin diesel atau mesin diesel electric atau motor listrik yang tidak memerlukan tegangan listrik yang tinggi , sebagai alat penggeraknya. Tidak memerlukan "sub station" pada jarak-jarak tertentu untuk menurunkan listrik tegangan tinggi, juga tidak memerlukan peralatan untuk menukar arus AC menjadi arus DC. Mesin-mesin penggerak ini jauh lebih murah dari motor induksi sistim "Maglev". Memungkinkan motor listrik sebagai penggerak Bis ini dapat diproduksi di dalam negeri. Bila dipakai Bis-Bis sebagai "gerbong" penumpang yang ringan, dua atau tiga badan Bis bergandengan, mungkin dapat mengirit dalam pembangunan "Jalan Layang"-nya. Menghemat dalam pemakaian semen dan besi beton.

Ditengah-tengah jalur, dibangun "rel" dari besi beton, kegunaan rel ini hanya sebagai "pengarah" agar Bis berjalan dijalurnya. Roda dengan ban ( seperti ban Forklift) dipasang horisontal dikedua sisi "rel" ini. Ban-ban lainnya berjalan di permukaan jalur ini sebagai penyanggah badan Bis dan sebagai penggerak Bis. Mengingat berat badan Bis yang ringan, dan dioperasikan diatas tanah, memungkinkan akan pemakaian "Diesel Electric" dengan mesin diesel ukuran kecil. Atau mesin penggerak "Hybrid", juga memungkinkan memakai motor listrik dimana listrriknya diambil dari seperangkat batre. Atap Bis dipasang "Solar Panel" untuk mengisi batre, listrik dari batre memutarkan motor listrik sebagai alat penggeraknya. Bila sistim "Solar Panel" dipakai, mengingat jalanan yang menurun dan mendaki, ada keuntungan lain. Keuntungannya tenaga penggerak Bis ini dapat dirubah dari motor listrik menjadi generator listrik hanya dengan memijit tombol. Jalanan mendaki mesin penggeraknya sebagai "motor listrik", sewaktu berjalan menurun, motor listrik ini berubah menjadi generator listrik mengisi batre dan juga sebagai "rem".

Dengan pemikiran dasar bahwa proyek dengan biaya yang besar ini harus mempunyai keuntungan sampingan dimana keuntungan sampingan ini akan membuka pintu menuju ke sejahteraan penduduk. Umpanya,

1.menanggulangi banjir

2.menanggulangi penyaluran air limbah rumah,

3.usaha "Sewage Treatment Plant"

4.membangun sarana rekreasi penduduk

5.mungkin juga keuntungan sampingan ini dapat diusahakan sebagai salah satu pemasukan kas Pemkot.

6.melestarikan lingkungan

7.membuka usaha sebagai penghasilan tambahan bagi penduduk setempat.

Rute Utara - Selatan

Bagaimana kalau "Jalur Layang Bis Dua Arah" ini dibangun sepanjang Cikapundung, mulai dari Babakan Siliwangi sampai ke Pasirmalang atau lebih jauh lagi sampai batas Kota. Di tempat-tempat tertentu, jalan arus Cikapundung disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dinding-dinding beton di kedua sisinya.

1.Dinding besi beton dibangun dikedua sisi Cikapundung. Dinding beton ini sebagai landasan "Jalur Layang Bis Dua Arah".

2.Dalam jarak tertentu dibangun "Pintu-pintu Air" untuk mengatur arus Cikapundung di musim hujan. Jarak dari pintu air yang satu dan lainnya berupa "kolam" dipakai dalam menampung air hujan dan juga menampung air limbah rumah.

3.Dalam kolam ini ditanami "eceng gondok" dalam usaha awal membersihkan air Cikapundung. Di kolam -kolam ini dipelihara ikan mas dan lele.

4.Adanya "pintu air" ini dapat dimanfaatkan usaha Hydro-mini. Dalam jarak tertentu dibangun Taman Rekreasi, listrik dari Hydro-mini sebagai sumber listrik untuk penerangannya. Dengan adanya Ikan Mas dan Lele, dapat merupakan Taman Rekreasi untuk memancing ikan bagi penduduk setempat, terutama anak-anak. Pemkot dapat saja mengkontrakan usaha rekreasi ini kepada pihak swasta.

5.Dasar Cikapundung dalam waktu-waktu tertentu dikeruk. Usaha dalam pencegahan bajir dan lumpur yang dikumpulkan dikeringkan dan dibuat "pellets" untuk dijual sebagai pupuk organik.

6.Dengan dibangun dinding di kedua sisi Cikapundung, mengurangi pembuangan sampah penduduk yang bermukim sepanjang Cikapundung. Membuka jalan dalam usaha pembersihan Cikapundung dari polusi sampah.

7. Membuka jalan bagi penduduk yang bermukim dekat stasiun-stasiun untuk membuka penitipan motor atau mobil. Merupaka penghasilan tambahan.

Keuntungan "sampingan " mudah-mudahan dapat ditrapkan di berbagai Kota Besar di seluruh Nusantara, dimana kondisi kota-kota itu hampir sama dengan Kota Bandung dengan Cikapundung-nya.

Dengan membangun "Jalur Layang Bis Dua Arah" sepanjang Cikapundung, kemungkinan bahwa ketinggian jalur ini dapat diatur sedemikian rupa dengan suatu sudut tertentu sehingga perjalanan dalam jalur ini dari Utara ke Selatan merupakan jalanan yang menurun. Dengan demikian perjalanan Bis dalam jaluir Utara-Selatan sebanyak mungkin memakai tarikan bumi (gravity). Jalanan yang boleh dikatakan rata memberi keuntungan dalam pengoperasian Bis di jalur layang ini. Tidak perlu mesin penggerak yang besar, murah dalam pengoperasian sehari-hari. Mengirit dalam biaya pembangunan awal dengan seminim mungkin untuk "menggusur" rumah penduduk.

Rute Timur - Barat

"Jalur Bis Dua Jalur Dalam Tanah" dibangun dibawah Jalan Asia-Afrika, Kiaracondong ke Andir. Pengangkutan selanjutnya ke arah Timur, jalanan Kereta Api yang ada dimanfaatkan sampai ke Cicalengka. Arah Barat ke Cimahi dengan Bis Listrik. Dibangun stasiun dibawah tanah dimana jalur Utara-Selatan dan jalur Timur-Barat berpotongan. Pindah dari Bis Utara-Selatan ke Bis Timur-Barat tidak dikenakan biaya tambahan. Terowongan dalam tanah ini dibangun sedemikian rupa, dua terowongan yang ditumpuk dua. Terowongn bagian atas dipakai untuk "Jalur Bis Dua Arah", terowongan dibawahnya dibagi dua. Yang satu sebagai penadah air hujan, dan yang lainnya sebagai penadah air limbah dari rumah. Sebahagian besar dari terowongan ini dipakai sebagai Penadah air hujan sebagai "reservoir" airnya dipakai untuk keperluan Pemadam Kebakaran dan penyemprotan jalanan dimusim kemarau serta menyirami pohon-pohon dan tanaman lain dipinggir jalan. Bila air hujan melebihi daya tampung, air hujan dibuang ke Cikapundung. Air limbah rumah langsung dibuang ke Cikapundung. Dengan kemajuan teknologi, dapat saja terowongan penampungan air hujan dan air limbah rumah dibuat dari re-enforced plastik, ferro cement atau bahan plastik lainnya. Dikemudian hari, air hujan yang ditampung dapat diolah untuk air minum. Kembali ke "pemikiran dasar" bahwa proyek dengan biaya besar harus ada dampaknya yang positip kepada penduduk. Selokan-selokan terbuka akan lenyap, mengingat ada jalan keluarnya dengan menyalurkan air selokan-selokan ini ke terowongan penampungan didalam tanah melalui sistim riool.

Mengingat terowongan ini untuk dipakai sebagai jalur Bis, dikarenakan berat Bis yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan kereta api, pengiritan dalam pembangunan awal dapat dicapai dengan menghemat semen dan besi beton. Dengan sendirinya waktu yang diperlukan dalam membangun terwongan ini dapat dipersingkat.

Rute-rute lainnya menuju ke/dari stasiun-stasiun Jalur Utara-Selatan dan Jalur Timur-Barat dipakai Bis Mini dengan motor listrik.

Landasan berpikir dalam usaha Pengangkutan Penumpang dalam kota adalah sebagai berikut:
Pengangkutan Penumpang Dalam Kota, bukan saja mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam sekali angkut (Mass Transit), tetapi pengangkutan penumpang dimana alat pengangkutnya tiba dan berangkat dari satu stasiun tepat dengan jadwalnya dan frekuensi kedatangan disetiap stasiun itu lebih sering.

Jikalau kemampuan pengangkutan umum itu untuk mengangkut penumpang tidak banyak, namun kedatangan dan keberangkatan alat pengangkutan lebih sering, bagi penumpang tidak akan menjadi persoalan besar. Dengan arti kata lain, alat pengangkutan penumpang itu tidak perlu mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam sekali jalan. Jalan lain untuk mengurangi kepadatan penumpang didalam gerbong, jam-jam buka kantor diatur sedemikian rupa sebahagian buka lebih cepat dan sebahagian lainnya buka kantornya lebih lambat.

Kita jangan mencoba untuk memperbandingkan Pengangkutan Penumpang Dalam Kota dengan di Kota-kota lain di dunia untuk diterapkan di dalam negeri. Pertama daya beli rakyat kita jauh dibawah daya beli masyarakt di kota lain di dunia. Berarti harga karcis harus murah. Di New York City, USA, dimana jaringan pengangkutan penumpangnya dalam kota adalah yang terbaik didunia, dilihat dari segi luas daya jangkauannya. Dengan mengoperasikan kombinasi Kereta Api Dalam Tanah, Kereta Api jalan layang dan Bis-bis kotanya, pemasukkan dari harga karcis hanya mencapai 47% dari ongkos-ongkos pengoperasiannya. Ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya, seperti Paris, London dan Mexico City.

Harga karcis di NYC adalah $ 2.25, minimum upah kerja adalah $7.15 perjamnya. Satu hari bekerja selama 8 jam setelah dipotong pajak penghasilan menghasilkan $ 48. Ongkos angkutan ke dan dari tempat bekerja adalah $ 4.50 per hari. Kotapraja rugi dalam pengoperasian pengangkutan penumpang dalam kota, namun memberikan kelonggaran untuk warganya mencari nafkah dengan memberikan harga karcis yang murah, sehingga jarak dari rumah ketempat bekerja tidak menjadi persoalan. Tetapi dengan lebih banyak warganya bekerja berarti lebih banyak pemasukkan Kotapraja dari pajak penghasilan, pajak penjualan.

Kebiasaan dan kebutuhan penduduk setempat berbeda-beda. Sebagai contoh untuk memenuhi kebutuhan penduduk dalam berdagang keliling, umpamanya, Bis-Bis pengangkutan penumpang dalam kota dapat saja dipasangkan gandengan gerbong terbuka atau gerbong-gerbongnya dimana kursi-kursinya dapat dilipat, dalam waktu-waktu tertentu. Gerbong ini diperuntukkan bagi para pedagang keliling membawa barang dagangannya beserta perlengkapan alat-alat jualannya. Mungkin ini adalah salah satu usaha mengurangi kepadatan kendaran speda motor di jalanan. Melihat akan adanya "perlakuan istimewa" ini akan merangsang para warga lainnya untuk ikut berusaha dengan berjualan keliling. Kembali ke pemikiran "proyek dengan biaya besar" harus ada dampak positip kepada penduduk setempat.

Semua Bis-bis apakah yang menjalani trayek diatas tanah, dibawah tanah dan dijalan diusahakan dari jenis yang sama. Terutama mesin-mesin penggeraknya serta suku cadangnya. Ini adalah perlu dalam usaha menekan ongkos pengoperasiannya sehari-hari dan menekan seminim mungkin jumlah Bis-bis yang tidak jalan karena perlu perbaikan.

Alat penggerak gerbong-gerbong berupa Bis ini adalah motor listrik. Listrik yang dipakai untuk memutarkan motor listrik ini diambil dari seperangkat batre yang disimpan didalam badan Bis. Setiap gerbong Bis dilengkapi dengan dua perangkat batre. Perangkat yang satu untuk memutarkan motor listrik, perangkat yang kedua diisi batrenya dengan listrik yang diambil dari generator di setiap stasiun melaui kawat yang dipasang diatas langit-langit terowongan. Dengan demikian setiap gerbong Bis selalu mempunyai sumber listrik dari batre yang diisi penuh.


MangSi nyc 11/21/12